JEPARA (SUARABARU.ID) – Pagi yang cerah menyambut harapan baru di Bumi Perkemahan Jati Cindhe, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Kamis 19Juni 2025. Ratusan siswa dari jenjang TK, SD, hingga SMP tampak antusias mengikuti Launching Edukasi Wisata, sebuah kegiatan yang menyatukan keceriaan bermain dan nilai-nilai pendidikan dalam nuansa alam yang asri.
Di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin yang menyejukkan, anak-anak melangkah penuh semangat menuju lokasi. Wajah-wajah polos penuh tawa menghiasi tempat yang biasanya hening. Sebanyak 8 stand permainan tradisional seperti engklek, gobag sodor, egrang, bakiak, lompat tali, dakon, gangsing, tarik tambang, dan balap karung seakan menantang anak-anak untuk mencoba hal baru, sekaligus menghidupkan kembali kearifan masa lalu.

Tak kalah menarik, 4 stand edukasi; mengukir, membatik, belajar bahasa Jawa, dan membuat telur asin mengajak peserta menjelajah warisan budaya yang nyaris terlupakan. Semua terasa seperti petualangan seru yang memperkaya pengalaman dan mempererat rasa cinta terhadap budaya lokal.
“Seru banget hari ini, bisa merasakan tarik tambang bersama adik-adik!” ujar Fahmi dari SMPN 1 Bangsri, sambil mengusap keringat usai mengikuti tarik tambang.
Naila, siswa SDN 3 Bandungharjo, menambahkan, “Aku baru pertama kali main ini. Kami belajar bikin talinya dari karet,ternyata seru dan lucu juga!” katanya sambil tersenyum bersama dua temannya.

Lebih dari sekadar bermain, kegiatan ini menjadi panggung ekspresi bakat dan minat. Ada yang menyanyi, menari, hingga bermain pantomim. Bahkan para guru pun tampil percaya diri membawakan Tari Gambyong, membuktikan bahwa pendidik juga bisa menjadi inspirasi dalam berkarya.

Bagi para guru, kegiatan ini membawa nostalgia. Sudarmi, Kepala SDN Welahan, mengaku baru pertama kali melihat langsung permainan gobag sodor, dan merasa takjub melihat antusiasme anak-anak.
“Dulu saya tidak sempat main ini. Sekarang malah ikut belajar,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Ibu Lilis dari TK, Cepogo berharap kegiatan ini semakin berkembang untuk anak usia dini.
“Anak-anak kami hanya mewarnai. Semoga ke depan bisa ditambah permainan edukatif yang sesuai untuk usia mereka,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya bermain dengan alam.

“Anak jadi tahu, bermain tak harus pakai HP atau gadget. Alam pun bisa jadi sahabat belajar,” kata Juwarti dari SDN 7 Bangsri.
Dukungan orang tua pun sangat terasa. Endang, orang tua dari Cea (SDN 2 Kaliaman), merasa kegiatan ini luar biasa.
“Anak-anak bisa bersosialisasi, mengenal budaya, bahkan belajar ekonomi lewat UMKM. Semoga buper ini jadi tempat rutin kegiatan warga, juga pengembangan bakat minat siswa di Kecamatan Kembang, agar siswa tidak jenuh belajar di dalam kelas” harapnya.

Acara dimulai dengan upacara pembukaan, Tari Gambyong, dan peresmian musala. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan stand oleh Bupati dan tamu undangan, Festival Dolanan Anak, Senam Dolanan Bersama, hingga study tour jeep wisata edukasi. Tak ketinggalan, stand karya guru, UMKM kuliner, dan hasil kreativitas siswa turut memeriahkan suasana.
Semua unsur dari Satkordik, Satpol PP, Polisi, Dinas Pertanian, Puskesmas, hingga petinggi desa bekerja sama demi kelancaran acara.
“Ini bukan sekadar perayaan. Ini pembelajaran bermakna yang patut ditiru,” ujar Nuryadi, Koordinator Satkordik Mlonggo.
Dari setiap langkah kecil dan senyum yang merekah hari itu, terpatri harapan besar agar pendidikan hadir bukan hanya di dalam kelas, tapi juga di tengah alam, dalam budaya, dan dalam permainan yang mendidik. Di bawah langit biru Jati Cindhe, semangat itu telah tumbuh dan akan terus menyala.
Hadepe – Tim Flowpedia













