blank
Penyuluh agama Islam Tasripan, pencetus “Pegang Ceting” saat memberikan penyuluhan di Posyandu. Foto: Tya Wiedya

GROBOGAN (SUARABARU.ID)– Tasripan, seorang penyuluh ahama Islam di Kecamatan Toroh dan Geyer, Kabupaten Grobogan membuat inovasi tentang pencegahan stunting

Ketua PD IPARI Kabupaten Grobogan ini, mencetuskan program “Pegang Ceting” (Penyuluh Agama Ngajak Cegah Stunting) sejak tahun 2023 yang kini menjadi gerakan masif melibatkan banyak pihak di Grobogan.

Tasripan melakukan pendekatan dengan berbasis dakwah keagamaan dan edukasi kesehatan, program ini menyasar kelompok rentan untuk menurunkan angka stunting di masyarakat.

Tasripan mengembangkan Pegang Ceting melalui tiga pendekatan strategis yang menyentuh langsung aspek sosial, psikologis, dan spiritual masyarakat. Pendekatan pertama adalah BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah), yang fokus membentuk karakter remaja dengan nilai Islam dan menjauhkan dari pernikahan dini.

“Melalui BRUS, remaja diajak membangun akhlak mulia, menjauhi pergaulan bebas, dan mempersiapkan masa depan sebagai generasi Qur’ani yang Tangguh,” ujar Tasripan.

Pendekatan kedua adalah “Ihtiar Sakinah” yang memberikan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin untuk memahami pentingnya 1000 hari pertama kehidupan.

Dalam bimbingan itu, pasangan muda diberikan bekal spiritual, edukasi kesehatan keluarga, dan pentingnya kesiapan mental dalam membina rumah tangga.

Pendekatan ketiga yaitu “Pegang Ceting Plus”, hadir langsung ke rumah pasangan muda atau keluarga yang memiliki anak dengan risiko stunting. Pada kegiatan ini, penyuluh agama bekerja sama dengan bidan desa memberi bantuan makanan bergizi dan dukungan psikososial kepada keluarga.

Tasripan menegaskan bahwa penyuluh agama harus mampu menjadi jembatan antara nilai keimanan dan penyelesaian masalah sosial, termasuk stunting. Ia percaya dakwah yang kontekstual dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat bisa menjadi solusi strategis bagi masalah kesehatan nasional.

Keberhasilan program ini tak lepas dari kolaborasi kuat lintas sektor, termasuk Kementerian Agama Grobogan dan Dinas Kesehatan setempat.

PAI Award

ukungan dari tokoh agama, relawan desa, dan masyarakat turut memperkuat pelaksanaan Pegang Ceting di wilayah Toroh dan Geyer. Atas dedikasinya, Tasripan menyabet Juara 1 PAI (Penyuluh Agama Islam) Award 2025 tingkat Jawa Tengah dan kini lolos ke tahap nasional Penyuluh Award di Jakarta.

Ia menjadi satu dari sedikit penyuluh agama yang menyelaraskan dakwah dengan inovasi kesehatan dan sosial secara terstruktur dan terukur. Program ini juga memberikan harapan baru bahwa penyuluh agama bisa berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting yang menjadi perhatian nasional.

Stunting bukan hanya soal gizi, tetapi juga kesiapan spiritual, edukasi keluarga, dan pembentukan karakter sejak dini, tegas Tasripan.

Melalui Pegang Ceting, Tasripan dan PD IPARI Grobogan membuktikan bahwa pendekatan agama mampu menyentuh akar persoalan stunting di masyarakat. Tasripan berharap program Pegang Ceting bisa direplikasi di berbagai daerah sebagai model pencegahan stunting yang kolaboratif dan menyeluruh.

Tya Wiedya