blank
Ajang WNFC bisa menjadi media kreatif para desainer menunjukan kreativitasnya. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Mengusung tema ”Magnificent Heritage”, gelaran Wonosobo Night Fashion Carnival (WNFC) menjadi event ikonik, sebagaimana event di tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu, selaras dengan kearifan lokal, di mana keberagaman mampu menjadi potensi dalam memperkuat persatuan untuk memajukan daerah.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan kreasi kostum dibanding tahun sebelumnya semakin berkualitas, keren dan unik. Itu menandakan kreativitas desainer di Wonosobo semakin berkualitas dan tidak boleh dipandang sebelah mata.

“Kami berharap ke depan event ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Menarik peserta lebih banyak, yang disejajarkan dengan even-even besar seperti Jember Costum Carnival, Solo Batik Carnival dan sebagainya,” ujar dia.

Di luar itu, lanjut Afif, juga bisa membawa Wonosobo agar semakin dikenal di dunia fashion. Maka perlu terus dilakukan upaya-upaya peningkatan grade event, agar dapat menjadi event berkelas nasional bahkan dunia.

Menurutnya, even ini diharapkan mampu mendorong pengembangan potensi pariwisata Wonosobo menjadi semakin beragam dengan nilai ekonomi yang meningkat. Kesejahteraan masyarakat juga dapat semakin merata.

“Perlu dibangun sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sebagai salah satu sektor unggulan Wonosobo. Perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pun dapat terus bertumbuh secara positif,” gagasnya.

Acara tersebut, kata Afif, menjadi ajang ekspresi kreativitas desainer, pengrajin dan pelaku kreatif dari Wonosobo serta daerah lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan menonjolkan identitas budaya lokal.

“Berbagai subsektor ekonomi kreatif turut berperan. Termasuk UMKM, pemusik dan pengrajin lokal, yang tampil memukau dengan kostum dari WECA. Seluruh elemen menunjukkan bahwa Wonosobo siap menjadi ruang berkembang bagi insan kreatif lintas generasi,” ungkapnya.

Kunjungan Wisata

blank
Salah satu penampilan dalam Wnosob Night Fashion Carnival yang memukau. Foto: DOk WNFC

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, Agus Wibowo, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan WNFC 2025 memiliki sejumlah perbedaan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Salah satunya adalah kolaborasi strategis dengan Semarak Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Jawa Tengah, yang menjadi agenda provinsi dengan tema “Kreativitas Tanpa Batas untuk Jateng Berkelas,” papar dia.

Rute karnaval tahun ini, jelas Agus, juga diperpanjang dengan harapan dapat menarik lebih banyak perhatian dan antusiasme masyarakat. Upaya ini juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata, memperpanjang lama tinggal wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Kami berharap WNFC bisa menjadi jembatan bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan menghargai kekayaan budaya Wonosobo. Ke depan, kami akan terus berinovasi agar acara ini semakin menarik dan bermanfaat bagi semua,” ujar Agus.

Dikatakan, partisipasi dalam WNFC 2025 pun meluas, tidak hanya dari pelaku lokal, tetapi juga dari berbagai daerah yang telah dikenal sebagai sentra karnaval dan seni pertunjukan.

“Peserta datang dari Banyuwangi, Malang, Madiun, Bojonegoro dan berbagai daerah di Jateng. Fenomena ini menunjukkan bahwa WNFC telah berkembang dari acara lokal menjadi panggung ekspresi nasional bagi para desainer dan seniman kreatif,” tegasnya.

Dengan mengusung tema utama Magnificent Heritage, katanya, WNFC 2025 menyajikan parade kostum yang terbagi dalam lima subtema. Yakni Mystical Heritage, Cultural Heritage, Artifact Heritage, Ancient Heritage dan Artistry Heritage.

“Setiap defile mengajak penonton menyusuri perjalanan visual yang sarat akan nilai dan kekayaan warisan budaya Nusantara,” ucap Agus.

122 Kostum

Sebanyak 122 kostum utama dan 5 kostum ikon, dengan total lebih dari 190 pengiring, ambil bagian dalam pertunjukan spektakuler ini. Tak ketinggalan, iring-iringan drum band dari Dusun Boralan, Kecamatan Garung, turut menyemarakkan acara.

Menariknya, hampir separuh dari peserta berasal dari luar daerah, bahkan luar pulau, menjadikan WNFC sebagai wadah kolaborasi kreatif berskala nasional.

“Ini adalah bukti nyata bahwa Wonosobo Night Fashion Carnival telah mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kami berharap ke depan WNFC bisa terus berkembang hingga mencapai level internasional,” ujarnya.

Tak hanya komunitas luar daerah, pelaku lokal juga turut ambil bagian. Mulai dari pelaku usaha wisata, perhotelan, restoran, salon, toko oleh-oleh, sanggar seni, pelajar, hingga komunitas kreatif lokal, semuanya bersatu menyukseskan acara ini.

Partisipasi lintas sektor ini menjadi simbol kuat dari sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara WNFC dan KaTa Kreatif 2025 diharapkan menjadi motor penggerak baru untuk meningkatkan kegiatan ekonomi, kunjungan wisata, serta memperpanjang lama tinggal wisatawan di Wonosobo.

Lebih dari sekadar pertunjukan, WNFC 2025 merupakan perayaan kreativitas dan bentuk nyata komitmen untuk membangun identitas Wonosobo sebagai kabupaten kreatif yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional.

Muharno Zarka