blank
Sonhaji (kiri), Ketua Takmir Masjid Al Mukmin, Kampung Sukorejo, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, menerima penyerahan hewan kurban dari Kapolres Wonogiri AKBP Jarot Sungkowo.(Dok.Ist)
WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Dari sebanyak 21.403 hewan kurban yang disembelih, didapati ada 100 kasus yang terkena cacing hati. Berkaitan ini, Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri telah mengambil langkah pengamanan, sehingga daging hewan kurban tetap layak untuk dikonsumsi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri, Baroto Eko Pujanto, menyatakan, komponen hati hewan kurban yang kedapatan ada cacingnya, dipisahkan untuk dimusnahkan. Sementara dagingnya, dinyatakan tetap aman untuk dikonsumsi.

Cacing hati itu, ditemukan setelah Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri menurunkan semua Mantri Hewan dan Dokter Hewan yang tergabung dalam PDHI (Persatuan Dokter Hewan Indonesia) Kabupaten Wonogiri, untuk memantau langsung ke tempat-tempat penyembelihan hewan kurban. Ini dilakukan, sebagai upaya mewujudkan daging kurban aman dikonsumsi.

Penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1446 H (2025 M) di Kabupaten Wonogiri, totalnya mencapai sebanyak 21.403 ekor. Terdiri atas sapi jantan sebanyak 3.773 ekor, sapi betina 417 ekor, kambing jantan 16.920 ekor, kambing betina 72 ekor dan domba jantan sebanyak 221 ekor.

Dari hasil pemantauan kesehatan hewan kurban, Tim Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri, tidak menemukan adanya inidikasi hewan kurban yang terjangkiti Penyakit Mulut Kuku (PMK), LSD dan Orf.

Virus

Untuk diketahui, LSD atau Lumpy skin Diseases, adalah penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus pox. Penyakit LSD menyerang hewan sapi, kerbau dan beberapa jenis hewan ruminansia liar. Meskipun tidak bersifat zoonosis atau tidak menular kepada manusia, namun LSD dapat menimbulkan menimbulkan kerugian yang besar kepada peternak.

Kemudian penyakit Orf atau dikenal juga sebagai ecthyma contagiosum, adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh virus parapox pada kambing dan domba. Penyakit ini, dapat menular ke manusia (zoonosis) dan umumnya ditandai dengan adanya lesi atau luka di sekitar mulut, hidung, dan bagian tubuh lainnya.

Berikut untuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah penyakit hewan yang sangat menular dan disebabkan oleh virus yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba termasuk hewan liar seperti gajah dan rusa.

Penyakit ini ditandai dengan munculnya lepuh dan luka di mulut, lidah, gusi, nostril, puting dan kulit sekitar kuku. PMK dapat menyebabkan penurunan produksi ternak dan berdampak signifikan pada ekonomi, karena dapat memunculkan kerugian besar bagi peternak.

Untuk penyakit cacing hati pada hewan, adalah infeksi parasit yang menyerang organ hati, terutama pada hewan ruminansia seperti sapi dan kambing, serta hewan peliharaan seperti anjing dan kucing. Cacing hati, dapat menyebabkan kerusakan pada hati dan mengganggu fungsi pencernaan, bahkan berpotensi menurunkan kualitas daging kurban. Penyakit ini disebabkan oleh cacing trematoda, seperti Fasciola hepatica, yang dapat menyebabkan berbagai gejala seperti demam, sakit perut dan penurunan nafsu makan.(Bambang Pur)