blank
Pemenang Mas danbak Duta Wisata Kabupaten Kudus 2025. Foto:Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Malam puncak Grand Final Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kudus 2025 sukses digelar meriah di panggung Festival Ekraf 2025, Sabtu malam (14/6/2025), di Kompleks Balai Jagong Kudus.

Acara ini menyedot perhatian ratusan warga yang memadati lokasi pertunjukan untuk menyaksikan momen pemilihan figur inspiratif dari kalangan generasi muda Kudus.

Dari 20 finalis terbaik yang bersaing di malam grand final, Maulana Malik Ibrahim dan Aulia Bilqis Khairuna berhasil meraih gelar Mas dan Mbak Duta Wisata Kudus 2025. Keduanya terpilih setelah melewati proses penilaian ketat dari dewan juri, mulai dari aspek pengetahuan budaya, keterampilan komunikasi, hingga penampilan di atas panggung.

Duta Wisata sebagai Wajah dan Motor Promosi Pariwisata Kudus
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, yang hadir memberikan sambutan, menyampaikan harapannya agar para duta wisata dapat menjadi representasi generasi muda yang aktif mengenalkan kekayaan budaya dan destinasi wisata lokal.

“Duta wisata adalah ujung tombak promosi daerah. Bukan sekadar simbol, tapi agen perubahan yang membawa nama Kudus ke kancah yang lebih luas,” tegas Endhah.

Ia mengapresiasi kualitas para finalis tahun ini yang dinilai memiliki kombinasi lengkap: penampilan menarik, kecakapan komunikasi, serta pemahaman mendalam tentang budaya lokal. Endhah juga mengajak seluruh pihak untuk terus melibatkan generasi muda dalam pelestarian dan promosi potensi wisata.

“Yuk kita uri-uri bareng budaya dan wisata Kudus, agar semakin dikenal se-Indonesia,” tambahnya dengan penuh semangat.

Target Tingkat Nasional

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Mutrikah, menjelaskan bahwa seluruh finalis telah menjalani rangkaian pembekalan intensif sebelum malam puncak. Mereka dibekali dengan materi digital marketing, public speaking, sejarah budaya lokal, serta strategi promosi destinasi wisata.

“Kami libatkan narasumber profesional agar mereka siap menjadi duta yang sesungguhnya, bukan hanya berprestasi di atas panggung,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tugas Maulana dan Aulia tidak berhenti di malam kemenangan. Keduanya akan terus dibina untuk tampil di ajang Duta Wisata tingkat Provinsi Jawa Tengah dan berpeluang membawa nama Kudus ke pentas nasional, bahkan internasional.

“Kami ingin mereka tampil percaya diri dan mampu membawa cerita wisata Kudus ke audiens yang lebih luas,” tambah Mutrikah.

Untuk menjamin proses seleksi yang transparan dan adil, pihak panitia menghadirkan lima juri profesional dari berbagai latar belakang: akademisi, budayawan, dan praktisi pariwisata. Hal ini menambah kredibilitas penilaian dan memastikan hanya yang terbaik yang melaju ke podium juara.

Ali Bustomi