JEPARA (SUARABARU.ID) – Leterasi menjadi bagian penting dalam pemberdayaan masyarakat. Karena minat membaca dan menulis masyarakat saat ini masih sangat rendah, perlu terus di tingkatkan dengan berbagai macam inovasi.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Harwito, Senior Manajer Keuangan, Komunikasi dan Umum PT PLN Unit Induk Pembangkitan PLTU Tanjung Jati B dengan pengelola Rumah Literasi R.A. Kartini Jepara, Hadi Priyanto, Selasa (10/6-2025). Hadir juga dalam pertemuan ini, staf Humas PLN UIK Tanjung Jati, Wawan Subiyanto.

Rumah Literasi R.A.Kartini yang terletak di Dukuh Margokerto, Desa Bondo, Bangsri Jepara ini dikelola oleh Yayasan Kartini Indonesia dan didekasikan untuk pelajar dan mahasiswa, khususnya di pedesaan yang akses terhadap buku sangat terbatas.
Disamping itu rumah literasi ini juga memberikan pelatihan menulis secara gratis dan menyiapkan sejumlah permainan tradisional untuk anak-anak.
Menurut Harwito, literasi bukan hanya membaca dan menulis, tetapi ada literasi budaya, literasi digital, numerasi, sains, keuangan dan literasi kewarganegaraan. “Karena itu untuk membangkitkan minat masyarakat, literasi harus menjadi gerakan bersama masyarakat,” paparnya.

Sementara Hadi Priyanto yang juga dikenal sebagai penulis buku sejarah lokal dan pegiat budaya Jepara menyambut baik kunjungan manajemen PT PLN UIK Tanjung Jati B.
Ia juga menyatakan kesiapannya untuk membangun sinergitas dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan yang ingin mengembangan dunia literasi di pedesaan.
Dalam kesempatan tersebut Hadi Priyanto juga menyerahkan buku karyanya kepada Harwito diantaranya dami buku Tubanan Desa Energi, Kartini Penyulut Api Nasionalisme dan Adipati Tijtrosomo Jejak Pengabdiannya di Pesisir Timur Utara Jawa. Sementara Harwito menyerahkan plakat PT PLN Unit Induk Pembangkitan PLTU Tanjung Jati B.
Hadepe













