JEPARA (SUARABARU.ID) – Perayaan Idul Adha atau Idul Kurban 1446 H yang ditandai dengan penyembelihan hewan kurban di Desa Bucu, Kecamatan Kembang, Jepara tak hanya menjadi ritual keagamaan umat Islam, tetapi juga untuk penanda kerukunan umat beragama di desa yang memiliki penduduk 1607 KK.
Pasalnya, desa yang memiliki penduduk dari Ormas Keagamaan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Kristen tak hanya membagi daging kurban kepada warga yang beragama Islam, tetapi 25 KK umat Kristen yang ada di desa ini juga mendapatkan daging kurban.

Menurut Petinggi Desa Bucu Mustaqim, S.H. kerukunan, termasuk kerukunan umat beragama di desa yang dipimpinnya telah berjalan lama. “Kini kami hanya merawat dan menjaganya bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga,” ujarnya. Karena itu setiap kali umat Islam melakukan kurban, umat yang beragama lain juga mendapatkan. Ini hanya salah satu contoh kecil kerukunan di desa ini, tambah Mustaqim
Ia menjelaskan dengan tema “Meningkatkan Iman dan Taqwa Menuju Hamba Surgawi”, pelaksanaan Idul Kurban tahun ini dilaksanakan dengan menyembelih 36 ekor sapi dan 14 ekor kambing. Sedangkan penyembelihan hewan kurban dilakukan di 8 masjid yang ada di desa Bucu.

“Ini menunjukkan tingkat kesadaran dan spiritualitas masyarakat yang tinggi untuk memperingati peristiwa kurban yang dilakukan nabi Ibrahim yang bersedia mengorbankan putranya sebagai wujud kepatuhan kepada Allah. Juga menjadi penanda kesejahteraan masyarakat yang semakin meningkat,” tutur Mustaqim.
Kerukunan umat beragama dan antar umat beragama ini menurut Mustaqim menjadi salah satu modal sehingga Desa Bucu dapat berkembang dan maju dengan slogan Desa Bucu Beriman (Bersih, Indah, dan Aman) dan sekaligus menjadi desa mandiri.
Sementara Pdt Yunus dari GITJ Bucu yang di hubungi SUARABARU.ID membenarkan bahwa kerukunan antar umat beragama terawat dengan sangat baik di Desa Bucu. “Salah satunya adalah melalui pembagian daging kurban pada hari raya Idul Adha bagi warga jemaat Kristen,” ujarnya.
Hadepe













