blank
Pembina PSNU Pagar Nusa Kudus, Didik HS. Foto:Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) — Pernyataan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jawa Tengah, Brigjen Pol Latif Usman, yang mengaitkan Pagar Nusa dengan kelompok preman, menuai reaksi dari internal organisasi. Pembina Pagar Nusa Kudus, Didik HS, menyatakan kekecewaannya atas tudingan tersebut yang dinilai meresahkan dan mencederai nama baik organisasi, khususnya di wilayah Kudus.

“Kami mengapresiasi peran aktif Polda Jawa Tengah dan seluruh jajaran dalam memberantas aksi premanisme. Namun, penyebutan nama Pagar Nusa secara umum dalam konteks negatif tentu sangat kami sayangkan,” ujar Didik kepada awak media.

Menurutnya, pernyataan tersebut bisa menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, terlebih selama ini Pagar Nusa Kudus dikenal aktif dalam kegiatan positif dan jauh dari tindakan melawan hukum.

“Seharusnya disampaikan secara spesifik, wilayah mana yang dimaksud. Karena di Kudus, Pagar Nusa justru berperan besar dalam menciptakan iklim yang aman dan kondusif, serta konsisten menorehkan prestasi di berbagai ajang,” tegasnya.

Didik menambahkan, selama lima tahun terakhir, Pagar Nusa Kudus sukses mempertahankan gelar juara umum dalam kejuaraan tingkat provinsi se-Jawa Tengah di Yogyakarta. Bahkan, dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) terbaru di Jakarta, kontingen dari Kudus berhasil meraih banyak medali emas dan membawa pulang gelar juara kedua nasional.

Tak hanya fokus pada prestasi, Didik juga menekankan bahwa hubungan antara Pagar Nusa Kudus dan aparat penegak hukum selama ini terjalin dengan sangat baik, tanpa pernah ada catatan konflik atau gesekan.

“Kami selalu mendukung langkah-langkah positif kepolisian. Fokus utama kami adalah pembinaan karakter dan pengembangan prestasi para anggota,” ungkapnya.

Baca juga:

Tak Ada Jemputan, Puluhan Jamaah Haji Asal Kudus Terlantar di Muzdalifah, Jalan Kaki ke Mina

Terkait sikap resmi organisasi atas pernyataan Wakapolda, Didik menegaskan bahwa Pagar Nusa Kudus akan menunggu arahan dari Pengurus Wilayah (PW) Pagar Nusa Jawa Tengah. Ia menekankan pentingnya kesatuan sikap dalam organisasi yang memiliki struktur komando jelas.

“Saat ini, kami meminta seluruh anggota untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Kami patuh pada mekanisme organisasi, dan berharap akan ada klarifikasi resmi agar nama baik Pagar Nusa tidak terusik,” tutupnya.

Ali Bustomi