WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI-Rakyat bersama Pemerintah Daerah (Pemda). Tujuannya, untuk mewujudkan pemerataan pembangunan yang inklusif ke seluruh wilayah, dalam rangka menciptakan ketahanan nasional yang tangguh.
Demikian ditegaskan Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi, Rabu (4/6/25), dalam amanat tertulis yang dibacakan Dandim 0728 Letkol (Inf) Edi Ristriyono, pada upacara penutupan TMMD Sengkuyung tahap dua Tahun Anggaran (TA) 2025. Upacara penutupan digelar di lapangan Desa Giriyoso, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri.
Penerangan Kodim (Pendim) 0728 Wonogiri, Pelda Indra, mengabarkan, tema program TMMD Reguler Ke-124 Tahun 2025 kali ini, adalah “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah.” Program TNI Manunggal Membangun Desa, merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI-Rakyat bersama Pemerintah Daerah (Pemda).
Program TMMD Reguler ke-124 tahun ini, digelar di 4 lokasi masing-masing di Kabupaten Cilacap, Sleman, Jepara dan Kota Semarang. Bersama itu, seluruh Kodim jajaran Kodam IV Diponegoro melaksanakan program TMMD Sengkuyung secara serentak di wilayahnya masing-masing. Seluruh hasil pekerjaan sasaran pisik, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan dipesankan agar dirawat sehingga memiliki masa pakai yang panjang.
Upacara penutupan yang digelar di Lapangan Desa Giriyoso, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, dimeriahkan kesenian Tari. Bersama itu, juga digelar pelayanan pengobatan massal secara gratis. Acara ini dirangkai dengan peresmian hasil pembangunan TMMD, ditandai dengan pengguntingan untaian bunga melati oleh Dandim yang didampingi Wakil Bupati Imron Rizkyarno bersama jajaran Formkompimda Wonogiri dan Forkompimcam Jatipurno. Juga dilakukan penandatangan berita acara naskah penyerahan hasil pembangunan kepada Pemkab Wonogiri.
Hasil pembangunan pisik berupa pembangunan jalan berlapis beton cor, menghubungkan Desa Giriyoso Kecamatan Jatipurno dengan Desa Pandeyan Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri. Memiliki volume panjang 621 Meter (M) lebar 3 M dan tebal 0,12 M. Dibeayai dana Rp 489 juta, berasal dari APBD Jateng Rp 169 juta, APBD Wonogiri Rp 320 juta.(Bambang Pur)












