blank
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno (kedua dari kiiri) menyalami para peserta Forum High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah, yang melakukan rapat di Ruang Kahyangan Kompleks Perkantoran Setda Wonogiri.(Dok.Prokopim Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Tingkat inflasi di Kabupaten Wonogiri dalam sebulan terakhir minus 0,54 % atau mengalami deflasi. Ini menunjukkan daya beli masyarakat tengah menurun. Untuk antisipasinya, perlu dilakukan upaya mendongkrak daya beli.

Bagian Prokopim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri, Rabu (4/6/25), mengabarkan, sebagai menjaga agar deflasi ini tidak turun terlalu dalam, perlu dilakukan upaya mendorong agar daya beli masyarakat menguat.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, menyatakan, kondisi ini bukan hanya terjadi di Wonogiri, tapi juga merata di Jawa Tengah dan di tingkat nasional. Itu terjadi sebagai dampak adanya konflik global dan perang dagang, yang turut memperparah keadaan ekonomi.

“Kami tidak bisa membiarkan deflasi ini makin dalam. Daya beli harus didongkrak,” tegas Bupati saat memberikan sambutan di forum High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah. Acara ini digelar di Ruang Kahyangan Kompleks Perkantoran Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Wonogiri.
.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonogiri, menunjukkan, selama sebulan terakhir ini harga berbagai komoditas di Kabupaten Wonogiri cenderung turun. Penurunan berbagai komoditas ini, menyebabkan deflasi sebesar 0,54 % secara month to month.
.
Secara tahun kalender atau sepanjang Januari-Mei 2025, tingkat inflasi di Kabupaten Wonogiri hanya 0,7 %. Sedangkan dalam setahun terakhir, inflasi Wonogiri mencapai sebesar 1,4 %. Tingkat inflasi secara tahunan ini, berada di luar target Bank Indonesia (BI) yakni plus minus 2,5 %.

Batas Aman
.
Menanggapi hal itu, Bupati Setyo Su8karno, mengatakan, deflasi bisa jadi menunjukkan daya beli masyarakat yang menurun. Meski demikian, angka tersebut masih dalam batas aman dan sangat terkendali. Menurutnya, hal itu dipengaruhi situasi ekonomi secara nasional dan global, karena kondisi serupa juga dialami daerah lain.
.
Langkah cepat pun disiapkan oleh Bupati Setyo Sukarno. Yakni Pemkab Wonogiri, akan menyikapinya dengan menjalankan program-program yang dapat mendongkrak pendapatan dan daya beli masyarakat. Antara lain program pembuatan Seribu Sumur Pantek, untuk memaksimalkan fungsi lahan pertanian. Jika lahan pertanian bisa berfungsi maksimal, Bupati yakin pendapatan petani juga akan meningkat.
.
Mendongkrak daya beli, salah satunya dengan pembangunan sumur pantek. Harapannya, akan memberikan kontribusi positif  pada peningkatan hasil pertanian yang memberiakn dampak pada peningkatan pendapatan masyarakat.

”Ketika masyarakat punya kekuatan ekonomi, saya yakin daya beli masyarakat juga akan meninggi,” tegas Bupati Setyo Sukarno.
.
Selain itu, Pemkab Wonogiri membuka keran investasi selebar-lebarnya, dengan harapan dapat berdampak pada penyerapan lebih banyak tenaga kerja. “Kalau warga punya penghasilan, pasti mereka belanja, dan daya beli masyarakat pun akan naik,” tandas Bupati dengan nada optimis.(Bambang Pur)