Semarang (SUARABARU.ID) – Momen libur nasional Kenaikan Isa Almasih dimanfaatkan dengan semarak oleh para pecinta burung berkicau. Gantangan Radjawali Enterprise, yang berlokasi di Jalan Sigar Bencah, Tembalang, Semarang, sukses menggelar lomba burung berkicau bertajuk Road to Proton Cup 1. Kamis (29/5/2025). event ini sekaligus menjadi pemanasan menuju gelaran utama Proton Cup 1 yang direncanakan akan digelar pada bulan Juli mendatang.
Sebagai salah satu barometer gantangan bergengsi di wilayah Semarang bagian atas, tak heran jika setiap event yang digelar Radjawali Enterprise selalu menarik perhatian kicau mania dari berbagai daerah. Termasuk pada lomba kali ini, ratusan peserta memadati lokasi lomba dengan burung-burung andalan mereka. Tak hanya dari Semarang, para peserta juga datang dari luar kota seperti Ungaran, Salatiga, Ambarawa, hingga Demak.

Jito, selaku owner dari Proton, hadir langsung di lokasi untuk memantau jalannya lomba. Dalam keterangannya, Jito menyebut bahwa ajang ini bukan hanya soal kompetisi, namun juga sebagai sarana menjalin silaturahmi antar kicau mania, khususnya di wilayah Semarang atas.
“Meski ini hanya pemanasan menuju event utama di bulan Juli, namun antusiasme peserta sungguh luar biasa. Kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta atas dukungan dan partisipasinya,” ungkap Jito.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim Radjawali Enterprise yang telah memberikan wadah untuk menyelenggarakan event ini. Salah satu alasan dipilihnya gantangan ini sebagai lokasi pelaksanaan karena penilaian yang dianggap transparan, adil, dan menjunjung tinggi fair play.
“Saya melihat penjurian di sini sangat objektif, dan itulah yang kami butuhkan dalam sebuah kompetisi yang sehat,” tambahnya.
Dalam gelaran ini, tim juri Radjawali Enterprise yang dikomandoi oleh Firman, Bayu, dan Andi, berhasil menjalankan tugas dengan profesional. Penilaian dilakukan secara cermat dan adil, sehingga para peserta merasa puas karena kinerja burung mereka benar-benar diperhatikan dan burung yang meraih juara pun dianggap sangat layak.

Gelaran Road to Proton Cup 1 yang dimulai sekira pukul 11.30 WIB ini menghadirkan total 20 kelas lomba, dengan kategori burung Murai Batu, Cucak Ijo, Kacer, Anis Merah, dan Cendet. Persaingan ketat nyaris terjadi di seluruh kelas, di mana burung-burung peserta tampil maksimal menunjukkan kualitas terbaiknya demi merebut tahta juara.
Salah satu kelas yang paling menyedot perhatian adalah Murai Batu, yang selalu jadi primadona di setiap event. Di kelas ini, para peserta menurunkan burung-burung terbaik mereka yang saling adu kualitas irama lagu, volume, hingga durasi kerja.
Tampil gemilang di kelas ini adalah Decker, burung Murai Batu milik Suryadi dari Candi Pawon, Semarang. Dengan bongkaran irama lagu bervariasi, pukulan panjang yang tajam, serta performa kerja yang stabil dari awal hingga akhir, Decker sukses memikat perhatian juri dan penonton.

Berbekal performa gemilang tersebut, Decker berhasil merebut juara 1 di kelas Murai Batu Tantangan. Tak berhenti di situ, burung andalan Suryadi ini kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih juara 1 di kelas Murai Batu Proton, sekaligus mencetak hattrick juara satu di event ini.
Event Road to Proton Cup 1 ini menjadi bukti bahwa lomba burung berkicau masih menjadi magnet kuat bagi para penghobi burung kicau. Tidak hanya soal prestasi, namun juga soal kebersamaan dan semangat positif antar komunitas kicau mania.
Berikut data juaranya :




Dwi_prie













