blank
Ratusan umat Kristiani dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wonogiri, menggelar Ibadah Padang memperingati Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus di Plaza Monumen Patung Bedhol Desa, ujung timur bendungan induk Waduk Gajahmungkur Wonogiri.(Dok.Ist)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Ratusan umat Kristen dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (29/5/25), menggelar Ibadah Padang di Plaza Monumen Patung Bedhol Desa. Lokasinya berada di ujung timur bendungan induk (main dam) Waduk Gajahmungkur Wonogiri.

Ibadah Padang, yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kenaikan Tuhan Yesus ini, dipimpin oleh Pendeta Ambar Sulistiyono. Disamping diikuti oleh massa umat dari GKJ Induk Sanggrahan Wonogiri, juga dihadiri oleh para jemaat dari Gereja Pepanthan Pokoh Kidul, Pepanthan Jatisobo, Pepanthan Timang, Pepanthan Mento dan dari Pemanthan Wonokerto.

Muda-muda GKJ, tampil menyajikan paduan suara yang mendendangkan nyanyian rohani puji-pujian kepada Tuhan Yesus. Acara ini, mengambil tema ”Kenaikan Tuhan Yesus, Roh Kudus, Roh Pemersatu.” Dimeriahkan oleh seni tari kontemporer yang disajikan para remaja gereja, yang dirangkai dengan perjamuan kasih, yakni makan minum sederhana. Sebagai Gembala Umat, Pendeta Ambar Sulistyono, tampil menyampaikan khotbah kerohanian yang menyejukkan.

Ibadah Padang adalah ibadah atau kebaktian yang dilakukan di luar area ruangan gereja, biasanya di alam terbuka seperti pantai, hutan, atau lapangan. Ibadah padang, bisa menjadi kegiatan yang menggabungkan ibadah, perayaan dan kegiatan rohani lainnya.  Untuk tempat, umat GKJ memilih menggelar di Plaza Patung Bedhol Desa.

Dekorasi dibangun sederhana tapi artistik, dibuat menyatu di bangunan landasan Patung Bedhol Desa. Sementara itu, para jemaat duduk rapi pada bangku-bangku berderet panjang permanen, yang telah menjadi satu kesatuan dari Monumen Bedhol Desa. Yang rancang bangunnya, memang didesain mirip tapal kuda. Menghampar di sisi utara, barat dan timur.

Legendaris

Lokasinya memang memberikan sentuhan sesansi alami. Angin pagi meniup sepoi-poi basah dari arah hamparan perairan Waduk Gajahmungkur. Yakni wilayah perairan waduk yang legendaris, karena menenggelamkan 51 desa di 7 wilayah kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Dengan lebih dulu melakukan pemindahan penduduknya sebanyak 68.759 jiwa (12.525 Keluarga) melalui model Transmigrasi Bedhol Desa ke Pulau Sumatera.

Mendung terlihat menggayut di langit. Tapi tidak turun hujan, sebagaimana yang terjadi sehari sebelumnya. ”Cuaca pagi ini cukup bersahabat, sejuk, tidak turun hujan seperti kemarin,” ujar umat Kristen dari GKJ Induk Sanggarahan, Budi Irianto dan Iwan.

Sementara itu, umat Katolik Kabupaten Wonogiri, Kamis (29/5/5/25), menggelar ibadah di Gereja Santo Yohanes Rasul, timur Alun-alun Kabupaten Wonogiri. Misa memperingati Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ini, dipimpin oleh Romo Alexander Joko Purwanto Pr. Dihadiri sekitar sampai 800 umat. Tidak ada hiburan, tapi melaksanakan bakti sosial (Baksos) donor darah massal.

Umat Kristiani seluruh dunia, Kamis (29/5/25), secara serentak menggelar peringatan Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Peringatan ini, merupakan salah satu momen penting dalam kalender liturgi umat Kristiani. Momen ini, dirayakan untuk mengenang kejadian di mana Yesus naik ke surga, tepat 40 hari setelah kebangkitan-Nya pada Hari Paskah.

Berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor: 8 Tahun 2024, Kenaikan Yesus Kristus tercatat sebagai salah satu hari libur nasional, yakni pada Tanggal 29 Mei 2025. Awalnya, hari libur ini diatur dalam Keppres Nomor 24 Tahun 1953, dengan nama Kenaikan Isa Almasih. Namun, melalui Keppres Nomor 10 Tahun 1971, istilah tersebut diperbarui menjadi Kenaikan Yesus Kristus.(Bambang Pur)