SEMARANG (SUARABARU.ID) – Magdalena, eks warga negara Taiwan akhirnya resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), setelah sembilan tahun tinggal di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang,
Magdalena bersama putranya, Ijal, kini menempati Panti Pelayanan Sosial Mardi Utomo Semarang untuk memulai hidup baru. Pemindahan Magdalena dilakukan oleh pihak Rudenim Semarang usai proses naturalisasi yang memakan waktu bertahun-tahun.
Diketahui, perempuan asal Medan ini sempat menjadi warga negara Taiwan setelah menikah dengan pria asal negeri tersebut. Dan kini ia kembali memilih Indonesia sebagai tanah airnya.
Usai resmi WNI, Magdalena mengaku ingin hidup mandiri. Dirinya akan belajar menjahit dan memasak. “Saya ingin hidup mandiri, belajar menjahit dan memasak agar bisa bekerja untuk menghidupi anak saya,” katanya.
Ia berharap anaknya dapat tumbuh lebih bahagia karena memiliki teman-teman baru di lingkungan panti. Di Panti Mardi Utomo, Magdalena akan mengikuti pelatihan keterampilan yang digelar setiap hari.
Kepala Panti, Ellya Chariroh, menjelaskan, pihaknya akan mendampingi Magdalena sesuai bakat dan minatnya, terutama di bidang memasak dan menjahit.
“Ijal juga akan kami sekolahkan. Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan siap mendukung agar hak anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi,” terang Ellya.
Ellya menyebut, sesuai aturan Gubernur Jawa Tengah, masa tinggal di panti maksimal satu tahun, namun dapat diperpanjang berdasarkan hasil asesmen pekerja sosial.
Sementara Kepala Rudenim Semarang, Agus Triharto mengungkapkan, proses pengembalian kewarganegaraan Magdalena dimulai sejak 2016. Magdalena sebelumnya diamankan karena overstay di Indonesia sebagai Warga Negara Asing (WNA) dan tidak memiliki dokumen resmi.
“Dia datang ke Indonesia sebagai WNA, dan karena tidak punya dokumen lengkap, ia diamankan di Rudenim. Namun sejak awal hatinya tetap Merah Putih, ingin kembali jadi WNI,” tandad Agus.
Magdalena kini resmi berstatus sebagai WNI, dan mulai menata ulang kehidupannya. Meski belum mengetahui keberadaan keluarganya di Medan, dirinya berharap suatu hari dapat bertemu kembali dengan ibunya.
Ning S













