blank
USM tergabung dalam 13 dosen dari tujuh perguruan tinggi di Indonesia, yang berkomitmen membangun sistim pangan berkelanjutan. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa, Dr Andri Hadi, menghadiri penandatanganan dokumen Letter of Implementation Arrangement (kesepakatan pelaksanaan proyek) FIND4S, di KU Leuven, Belgia, baru-baru ini.

Kegiatan itu menandai komitmen Indonesia, dalam membangun sistem pangan berkelanjutan berbasis data, yang melibatkan 13 dosen dari tujuh perguruan tinggi Indonesia, termasuk Universitas Semarang (USM).

Dalam sambutannya, Dubes Andri Hadi menyampaikan apresiasinya kepada KU Leuven, dan konsorsium FIND4S. ”Ini adalah langkah strategis, untuk mendukung kapasitas pendidikan tinggi Indonesia, dalam menjawab tantangan pangan global,” tegasnya.

BACA JUGA: Dua Tewas Tertemper KA Blora Jaya di Boloh Grobogan, Penjaga Palang Sempat Berikan Instruksi

Proyek bertajuk ‘Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data Driven Food Systems in Indonesia (FIND4S)’ ini, didanai Uni Eropa melalui program Erasmus+ dan berlangsung hingga 2027.

Tujuannya, untuk meningkatkan kapasitas pendidikan tinggi di Jawa Tengah, dalam menciptakan solusi pangan berbasis data ilmiah.

USM pun turut berkontribusi, melalui delegasi dari Fakultas Teknologi Hasil Pertanian dan International Office.

BACA JUGA: Kawasan Pegunungan Dieng Ditetapkan sebagai Geopark Nasional

”Keterlibatan USM dalam konsorsium ini, memperkuat kolaborasi internasional. Terutama dalam kurikulum, penelitian, dan pertukaran mahasiswa berbasis keberlanjutan,” kata Kepala Satuan International Office USM, Faisal Yusuf BA MM MBA.

Dalam seminar, perwakilan dari University College Dublin (Irlandia), Hochschule Anhalt University (Jerman), dan Universidade Católica Portuguesa (Portugal), memaparkan strategi integrasi teknologi untuk sistem pangan berkelanjutan.

”Sistem pangan masa depan harus berbasis data dan kolaborasi ilmu. FIND4S menjadi jembatan, antara akademik dan kebijakan publik,” tambah Kaprodi Teknologi Hasil Pertanian USM, Ika Fitriana STP MSc.

BACA JUGA: Agar Tepat Sasaran Unissula Terjunkan 1685 Mahasiswa Bantu Verifikasi RTLH

Acara itu digelar di Laboratorium BioTec+ KU Leuven, pusat riset terkemuka di bidang Bioprocess Technology and Control. Kehadiran tim KBRI Brussels juga menegaskan, pentingnya diplomasi sains dalam proyek strategis ini.

Partisipasi USM dalam FIND4S, juga mempertegas komitmen universitas terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya Zero Hunger, Quality Education, dan Partnership for the Goals.

”FIND4S adalah gerakan kolaboratif, untuk memperkuat daya saing bangsa melalui ilmu pengetahuan,” ungkap Ika.

Riyan