GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api KM 13+7 JPL No. 31, Dusun Kaluwan, Desa Boloh, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, pada Senin (26/5/2025), sekitar pukul 06.42 WIB.
Seorang pengendara motor tewas di tempat setelah tertemper kereta api KA 261 Blorajaya jurusan Cepu – Semarang Poncol, sementara anak balitanya mengalami luka serius.
Korban pengemudi sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi K-3220-HJ diketahui bernama Kustina (26), warga Dusun Tlogomulyo, Desa Boloh, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan.
BACA JUGA : Kawasan Pegunungan Dieng Ditetapkan sebagai Geopark Nasional
Saat mengendarai sepeda motornya, ia membawa anak kandungnya, Aisyah Aliya Putri (4). Keduanya dalam perjalanan pulang dari pasar.
Peristiwa kecelakaan tersebut ditangani oleh Unit Gakkum Sat Lantas Polres Grobogan. Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Mohamad Bimo Seno kedua korban tidak mengenakan helm saat melintasi perlintasan kereta yang dijaga swadaya oleh masyarakat.
Dalam keterangan tertulisnya, AKP Mohamad Bimo Seno menjelaskan, palang pintu sebelah utara macet dan tidak bisa menutup perlintasan saat kereta api hendak lewat.
BACA JUGA : Tragis! Ibu dan Anak Tewas Tertemper Kereta Api Blora Jaya di Perlintasan Boloh Grobogan
“Setelah dilakukan oleh TKP, dari keterangan saksi yakni penjaga pintu perlintasan KA, sudah memberikan isyarat dan peringatan bahwa ada kereta lewat,” jelas AKP Bimo Seno sapaan akrabnya.
Isyarat itu, tambah Kasat Lantas, ternyata tak diindahkan dan pengendara tetap melintas. Pada saat bersamaan, KA 261 Blorajaya dengan masinis Adi Zubaedi dan asisten masinis Ngatijan melaju dari arah timur. Tabrakan pun tak dapat dihindarkan.
Akibat kerasnya benturan, korban Kustina terpental sejauh 21 meter dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sedangkan anaknya, Aisyah, terpental sejauh 36 meter dan segera dilarikan ke RSUD Dr. Raden Soedjati Purwodadi oleh petugas Puskesmas Toroh 2.
Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Grobogan tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB untuk melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti. Total kerugian material ditaksir mencapai Rp10 juta.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta, terlebih yang tidak berpalang otomatis,” imbau AKP Bimo Seno.
Kejadian temperan antara sepeda motor dan kereta api ini menambah daftar kecelakaan maut di perlintasan kereta tanpa palang otomatis dan menjadi peringatan serius bagi warga agar lebih waspada.
TYA WIEDYA













