blank
Ketua APKJ Jepara Ahmad Zainudin didampingi Choirul Chakim Area Sales Manajer Milan saat sedang membuka Woodtrip Jepara 2025. Foto: Hadepe

 JEPARA (SUARABARU.ID) – Sebuah langkah nyata dalam mempererat silaturahmi antar pengrajin sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif berbasis kayu kembali hadir melalui gelaran WOODTRIP Jepara. Acara ini diselenggarakan oleh Milan, produsen cat dan lem khusus kebutuhan furniture dan interior, dengan dukungan dari para sponsor utama: Stanley (powertools), Aidi (HPL laminate), Harfit (furniture fitting), dan Rumah Jasa CNC (jasa CNC). Hadir juga Ketua KADIN Jepara, Andang Wahyu Triyanto.

Acara yang digelar  di Mutia Vie Jepara Sabtu,24 Mei 2025  kali ini dihadiri oleh lebih dari 150 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pengrajin ukir, pengusaha furniture, desainer interior, arsitek, hingga komunitas pengrajin kayu dari berbagai daerah dan dibuka oleh Ketua APKJ Jepara, Akhmad Zainudin dengan pemukulan gong. Nampak hadir mengikuti pelatihan,  para juara lomba ukir perempuan Jepara tahun 2024 seperti Rumini dan Mariyati serta Paguyuban  Tukang Ukir Sungging Prabangkara

blank
Ketua KADIN Jepara, Andang Wahyu Triyanto saat memberikan sambuta pada Woodtrip Jepara 2025. Foto: Hadepe

Dalam sambutannya Andang Wahyu Triyanto mengajak semua fihak untuk kolaborasi mengembangkan industri furniture dan melestarikan seni ukir Jepara. “Jadikan even pemberdayaan semacam ini sebagai kegiatan rutin untuk meningkatkan ketrampilan perajin Jepara. Juga even-even kreatif untuk memunculkan inovasi para perajin,” ujar Andang Wahyu Triyanto.

“Mari  bersama bangkitkan industri furiniture dan craft  di tengah-tengah tantangan global  yang semakin kompetitif dan juga dalam kondisi ketidakpastian. Karena itu mari terus bergandengan tangan, saling menguatkan agar Jepara dapat ters berkembang dan bertumbuh,” ajaknya

Menurut Area  Sales Manajer Milan, Choirul Chakim, tujuan utama dari acara ini adalah untuk memberikan edukasi seputar teknologi dan produk terkini dalam industri kayu dan furniture, serta memperluas jaringan antar pelaku industri kreatif melalui kegiatan interaktif dan kolaboratif. Lebih dari itu, Woodtrip juga menjadi ajang silaturahmi antarkomunitas guna memperkuat semangat gotong royong dan pertukaran pengetahuan.

blank
Dua peserta Budi dan Perwakilan Percasi mendapatkan bingkisan dari Milan. Foto: Hadepe

Acara ini didukung oleh beberapa asosiasi pengrajin terkemuka di Jepara, yaitu APKJ (Asosiasi Pengrajin Kayu Jepara), Yayasan Pelestari Ukir Jepara, serta PERCASI.

Dalam rangkaian acara, peserta mendapat kesempatan mengikuti demo produk dan sesi trial dari masing-masing sponsor. Di sinilah peserta dapat secara langsung mencoba produk, mendapatkan pemahaman teknis, serta berdiskusi langsung dengan perwakilan merek. Konsep ini dihadirkan agar para pengrajin tidak hanya mengenal produk, namun juga dapat merasakan manfaat dan kualitas secara langsung.

blank
Ketua APKJ Jepara Ahmad Zainudin saat menyampaikan sambutan. Foto: Hadepe

Woodtrip Jepara membuktikan bahwa ketika pengrajin, desainer, dan pelaku industri saling terhubung, maka akan terbuka lebih banyak ruang kolaborasi, inovasi, dan pertumbuhan bersama.

 

Rangkaian woodtrip memiliki tujuan utama bernama festival tukang yang akan di selengarakan di POLINES semarang pada bulan oktober mendatang sebagai bentuk apresiasi kepada profesi pertukangan khususnya di Jawa tengah .

 

Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Hadi Priyanto memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang diinisiasi oleh Milan. Bahkan ia menyebut sebagai langkah nyata untuk memberdayakan pengrajin kecil di Jepara yang mencoba untuk kembali  bangkit. “Ketrampilan yang didapat selama kegiatan sangat berarti bagi peningkatan kualitas produk ukiran dan furniture Jepara,” pungkas Hadi Priyanto.

 

Hadepe

 

JEPARA (SUARABARU.ID) – Sebuah langkah nyata dalam mempererat silaturahmi antar pengrajin sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif berbasis kayu kembali hadir melalui gelaran WOODTRIP Jepara. Acara ini diselenggarakan oleh Milan, produsen cat dan lem khusus kebutuhan furniture dan interior, dengan dukungan dari para sponsor utama: Stanley (powertools), Aidi (HPL laminate), Harfit (furniture fitting), dan Rumah Jasa CNC (jasa CNC).

 

Acara yang digelar  di Mutia Vie Jepara,  kali ini dihadiri oleh lebih dari 150 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pengrajin ukir, pengusaha furniture, desainer interior, arsitek, hingga komunitas pengrajin kayu dari berbagai daerah dan dibuka oleh Ketua APKJ Jepara, Akhmad Zainudin dengan pemukulan gong.

 

Tujuan utama dari acara ini adalah untuk memberikan edukasi seputar teknologi dan produk terkini dalam industri kayu dan furniture, serta memperluas jaringan antar pelaku industri kreatif melalui kegiatan interaktif dan kolaboratif. Lebih dari itu, Woodtrip juga menjadi ajang silaturahmi antarkomunitas guna memperkuat semangat gotong royong dan pertukaran pengetahuan.

 

Acara ini didukung oleh beberapa asosiasi pengrajin terkemuka di Jepara, yaitu APKJ (Asosiasi Pengrajin Kayu Jepara), Yayasan Pelestari Ukir Jepara, serta PERCASI.

 

Dalam rangkaian acara, peserta mendapat kesempatan mengikuti demo produk dan sesi trial dari masing-masing sponsor. Di sinilah peserta dapat secara langsung mencoba produk, mendapatkan pemahaman teknis, serta berdiskusi langsung dengan perwakilan merek. Konsep ini dihadirkan agar para pengrajin tidak hanya mengenal produk, namun juga dapat merasakan manfaat dan kualitas secara langsung.

 

Woodtrip Jepara membuktikan bahwa ketika pengrajin, desainer, dan pelaku industri saling terhubung, maka akan terbuka lebih banyak ruang kolaborasi, inovasi, dan pertumbuhan bersama.

 

Rangkaian woodtrip memiliki tujuan utama bernama festival tukang yang akan di selengarakan di POLINES semarang pada bulan oktober mendatang sebagai bentuk apresiasi kepada profesi pertukangan khususnya di Jawa tengah .

 

Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Hadi Priyanto memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang diinisiasi oleh Milan. Bahkan ia menyebut sebagai langkah nyata untuk memberdayakan pengrajin kecil di Jepara yang mencoba untuk kembali  bangkit. “Ketrampilan yang didapat selama kegiatan sangat berarti bagi peningkatan kualitas produk ukiran dan furniture Jepara,” pungkas Hadi Priyanto.

 

Hadepe