blank
Bupati Setyo Sukarno (kedua dari kiri) didampingi Wabup Imron Rizkyarno dan Kapolres AKBP Jarot Sungkowo (kedua dan kesatu dari kanan) melakukan pemotongan tumpeng, untuk diserahkan kepada Ketua DPRD Sriyono (kiir).(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, menegaskan, semboyan perjuangan Raden Mas (RM) Said atau Pangeran Sambernyawa, masih relevan dengan konteks pembangunan masa kini. Yakni Tiji Tibeh (Mukti siji mukti kabeh) atau berbahagia satu berbahagia semua. Artinya, mencapai kebahagiaan dalam kebersamaan.

Penegasan itu, disampaikan Bupati Setyo Sukarno, Minggu malam (18/5/25), saat memberikan sambutan pada acara malam tirakatan peringatan Hari Jadi Ke-284 Kabupaten Wonogiri. Acara ini digelar di Pendapa Kabupaten Wonogiri, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati, didampingi Wakil Bupati (Wabup) Imron Rizkyarno, Ketua DPRD Sriyono, Kapolres AKBP Jarot Sungkowo dan jajaran Forkompimda.

Untuk diketahui, perang Sambernyawan, dilakukan oleh RM Said dalam melawan ketidakadilan keraton dan penjajah Belanda. Berlangsung selama sewindu atau delapan tahun, yakni mulai Tahun 1749 hingga Tahun 1757. Ini menjadi sejarah perang yang tidak pernah dapat terkalahkan.

Julukan Sambernyawa diberikan oleh pihak Belanda, karena RM Said beserta prajuritnya, setiap kali melakukan pertempuran, mampu banyak membunuh musuh. Ada tiga pertempuran besar yang terjadi antara pasukan Pangeran Sambernyawa dengan musuh-musuhnya: Yakni di Kasatriyan (1752), di selatan Rembang (1752), dan serangan ke Benteng Vredeburg (1757).

Dalam melakukan perang gerilya, dilaksanakan dengan strategi menyerang secara mendadak dari satu lokasi berpindah ke lokasi lain. Dilaksanakan secara Jejemblungan (gila-gilaan) atau perang secara totalitas pantang menyerah dengan semangat kebersamaan yang kuat Tiji Tibeh, mati siji mati kabeh, mukti siji mukti kabeh (gugur satu gugur semua, bahagia satu bahagia semua), demi membela kedaulatan Mataram.

Karena tidak dapat dikalahkan melalui perlawanan perang yang panjang, akhirnya ditempuh jalan berunding. Itu dilakukan melalui Perjanjian Salatiga Tahun 1757. Kepada RM Said Pangeran Sambernyawa, diangkat menjadi Adipati Miji (mandiri) dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA)  Mangkunegara (MN) dan menjadi tokoh pendiri Dinasti Mangkunegaran.

Sinergitas

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mengabarkan, kehadiran Kapolres dalam acara tersebut sebagai wujud sinergitas Polri dan Pemerintah Daerah (Pemda) Wonogiri. Menjadi bentuk nyata kebersamaan dalam mendukung pembangunan dan mempererat hubungan antar lembaga serta masyarakat.

Malam tirakatan diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya seluruh hadirin, dilanjutkan dengan laporan dan ucapan selamat datang oleh Sekda Kabupaten Wonogiri FX Pranata. Dalam laporannya, disebutkan, malam tirakatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud refleksi atas sejarah panjang atas perjuangan pendahulu dalam membangun Wonogiri.

Tema peringatan Tahun 2025 adalah ”Wonogiri, Berdaya Saing, Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan,” dengan slogan Ngrembaka Nirantara (keberlanjutan dari keberhasilan yang diperoleh). Dengan momentum peringatan Ke-284 ini, diharapkan menjadi penguat semangat kebersamaan dalam membangun daerah.

Potongan tumpeng kenduri selamatan yang dilakukan Bupati, diserahkan kepada Ketua DPRD Sriyono, mewujudkan simbol sinergitas ekskutif-legislatif dalam menjalin kebersamaan, untuk mewujudkan harapan masa depan Wonogiri yang lebih unggul.

Kapolres mneyatakan, kehadirannya pada momentum yang digelar Pemkab, menjadi wujud sinergitas dalam memberikan kontribusi positif terhadap realisasi program-program prioritas Kabupaten Wonogiri. Utamanya dalam mendukung terwujudnya situasi Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, malam tirakatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri tersebut, menjadi bukti nyata adanya sinergitas lintas sektoral dan elemen masyarakat, untuk terus melanjutkan perjuangan menuju Wonogiri yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.(Bambang Pur)