GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Tiga wilayah di Kabupaten Grobogan tergenang banjir akibat curah hujan yang tinggi pada Jumat 16 Mei 2025.
Banjir disebabkan luapan Sungai Renggong, Sungai Kliteh dan Sungai Tuntang yang mengakibatkan sungai tidak mampu menampung debit air sehingga menyebabkan air meluap.
Tiga wilayah yang terdampak yakni di Desa Tanggirejo dan Sukorejo, Kecamatan Tegowanu, Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo dan Desa Penadaran di Kecamatan Gubug.
BACA JUGA : Satpol PP Kebumen Juara III Lomba Penegakan Perda se Jateng
Di Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu, banjir menggenangi permukiman warga dan persawahan di tiga dusun, yakni Dusun Jati, Dusun Jetak dan Dusun Kedukombo.
Ketinggian banjir berkisar 50 centimeter hingga satu meter. Sedangkan, permukiman warga yang terdampak total 350 rumah yang terinci di tiga dusun tersebut.
Kepala BPBD Grobogan, Wahju Tri Darmawanto menuturkan, kondisi saat ini ketinggian air masih menggenangi wilayah tersebut dengan ketinggian 20-40 centimeter.
Pendirian dapur umum juga diintensifkan di dua dusun yakni Dusun Grajekan dan Dusun Jetak untuk 162 KK yang terdampak.
Sementara di Desa Tanggirejo, banjir menggenangi jalan desa dan 42 rumah warga tergenang. Namun, saat ini banjir berangsur surut. Warga mengiptimalkannya dengan menggunakan mesin pompa penyedot air.
“Area persawahan turut banjir karena jebolan Sungai Renggong ini, totalnya ada 252 Hektar milik para petani yang tergabung dalam lima kelompok petani,” ujar Wahju.
Dirinya menjelaskan, varietas tanaman yang tergenang banjir yakni Inpari 32, Ciherang, MR, dengan umur 1-25 HST.
“Area persawahan banjir dengan ketinggian genangan 25-80 centimeter,” terangnya.
Di wilayah Tanggungharjo, banjir menggenangi wilayah Desa Sugihmanik, tepatnya di Dusun Rejosari RT 2 RW 7.
Di desa yang sama, sebanyak tujuh rumah tergenang banjir di Dusun Randusari RT 1 RW 8. BPBD Grobogan melaporkan saat ini kondisi saat ini banjir sudah surut.
Kritis
BPBD Grobogan juga melaporkan satu titik kritis tannggul sungai sepanjang 100 meter di Desa Tinanding, Kecamatan Godong.

Sementara di Desa Baturagung, ada empat titik tanggul sungai yang kritis, yakni bekas jebolan tanggul sepanjang 50 meter, di sebelah bekas jebolan tanggul sepanjang 50 meter, dan bekas longosran sepanjang 50 meter. Selain itu, titik kritis sepanjang 100 meter juga terjadi di Desa Baturagung.
BACA JUGA : Relawan MTA Blora Bersama Warga Nglandeyan Gotong Royong di TMMD Kedungtuban
Di Desa Sukorejo, satu titik jebolan tanggul kiri Sungai Renggong dengan panjang 20 meter dan lebar 6 meterserta kedalaman 5 meter. Sementara tiga titik tanggul krits berada di sebelah utara sebelum titik jebol tanggul. Saat ini tanggul sungai tersisa hanya 50 centimeter.
Banjir Bandang
Hujan deras dan penyempitan aliran sungai tidak mampu menampung debit air dan meluap ke jalan perkampunan berakibat banjir bandang.
Peristiwa banjir bandang tersebut terjadi di Dusun Nadri, Desa Katekan, Kecamatan Brati, Sabtu 17 Mei 2025, sekitar pukul 17.00 WIB.
Wahju menjelaskan, kondisi saat ini sudah surut dan banjir tidak sampai menggenangi rumah warga setempat.
TYA WIEDYA













