KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Bupati Kebumen Lilis Nuryani menerima jajaran pengurus persatuan guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).
Rombongan Pergunu diterima Bupati di Gedung A didampingi Staf Ahli Bupati Mukhsinul Mubarok, Kamis (15/5).
Ketua Pergunu Kebumen Hasyim Asngari menguratakan, para guru NU ini adalah mereka yang mengajar di sekolah-sekolah NU dari semua tingkatan, dari SD/MI SMP/MTs, dan juga SMK/SMA.
Menurut Hasyim, sebagai guru di sekolah swasta dengan status honorer, kehidupan mereka masih jauh dari kata sejahtera, karena gajinya kurang lebih hanya Rp500.000 per bulan. Untuk itu, ia bermaksud meminta perhatian kepada Bupati.
“Kedatangan kami ke sini tentu saja pertama ingin silaturahmi. Kedua sebagai guru di sekolah swasta dengan status bukan PNS atau PPPK, terus terang kehidupan kami masih jauh dari sejahtera, dengan gaji Rp 500.000 per bulan,”terang Hasyim.

Pihaknya pun berharap, Bupati melalui Pemerintah Daerah bisa memberikan insentif atau tambahan gaji setiap bulannya. “Karena bagaimana pun tugas kita juga sama, turut serta mencerdaskan generasi bangsa, khususnya di Kebumen,”imbuh Hasyim.
Sementara itu Bupati menyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk bisa meningkatlkan kesejahteraan para guru yang belum berstatus ASN. Bukan hanya Pergunu, tapi semua termasuk para guru PAUD/TK yang bahkan mendapatkan gaji lebih rendah, yakni Rp 250.000 per bulan.
“Tentu saja kami berkomitmen untuk menyejahterakan para guru madrasah atau guru dengan status non ASN dengan memberikan insentif, serta pemberian dana hibah untuk kelembagaannya,”ujar Lilis.
Namun Bupati menyatakan, mengingat keterbatasan anggaran dan banyaknya guru, pemberian insentif itu jumlahnya menjadi tidak banyak.
“Meski begitu paling tidak ini sebagai bentuk rasa cinta atau perhatian kami. Karena terus terang sebagai Bupati banyak sekali yang minta diperhatikan. Untuk implementasinya seperti apa, nanti dibahas lebih lanjut,”tandas Lilis.
Bupati pun menyampaikan rasa kekaguman kepada para guru non ASN. Meskipun gaji kecil, merekea sehat-sehat, selalu ceria dalam mengajar. Bahkan anak-anaknya pun bisa tetap melanjutkan sekolah sampai perguruan tinggi.
“Itu artinya rezeki bisa datang dari mana saja, tidak mesti dari sekolah. Kalau kita menjalani pekerjaan kita dengan tulus ikhlas, Insya Allah penuh keberkahan,”terang Bupati berlatar belakang Muhammadiyah itu.
Komper Wardopo













