SHANGHAI (SUARABARU.ID) – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kemitraan global dalam semangat mewujudkan visi World Class University serta meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan reputasi internasional.
Untuk mewujudkan hal tersebut, perwakilan delegasi UNDIP pada akhir April 2025 melaksanakan lawatan strategis ke Tiongkok untuk memperluas jejaring kolaborasi dengan universitas dan perusahaan teknologi di tiga kota besar, yaitu Shanghai, Beijing, dan Tianjin.
Delegasi UNDIP dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Dr. Suharnomo, bersama Ketua Majelis Wali Amanat Prof. Mohamad Nasir, serta tim task force yang terdiri dari Wakil Rektor IV Wijayanto, dan beberapa anggota delegasi lainnya.
“Kunjungan ini tidak hanya menyasar institusi pendidikan, tetapi juga ditujukan untuk menjalin kerja sama riset dengan perusahaan teknologi besar di Tiongkok,” kata Prof. Suharnomo belum lama ini.
Salah satu agenda utama berlangsung di Shanghai yaitu kunjungan ke WanWay Tech (Shanghai Wanway Digital Technology Co. Ltd.), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang transportasi cerdas (smart transportation) dan pengembangan perangkat lunak.
Kunjungan delegasi disambut hangat oleh Justin Lee, perwakilan WanWay Tech, yang memandu tim UNDIP dalam tur ke exhibition center perusahaan tersebut.
Di sana, UNDIP diperkenalkan pada berbagai inovasi teknologi, termasuk produk unggulan E-Bike, sepeda listrik berbasis digital yang sebelumnya telah dikembangkan bersama Wuhan University dan Shanghai Jia Tong University.
Dalam sesi diskusi, Rektor UNDIP menyampaikan kesiapan dan antusiasme universitas untuk menjalin kolaborasi riset serta transfer knowledge dengan WanWay Tech. Salah satu bentuk kerja sama yang dibahas adalah pengembangan ekosistem smart transportation di Indonesia dengan menjadikan kampus UNDIP sebagai pilot project.
“Kami sangat antusias menjalin kolaborasi dengan WanWay Tech, khususnya dalam bidang riset dan transfer pengetahuan di sektor teknologi transportasi cerdas. Kami melihat peluang besar untuk mengembangkan ekosistem smart transportation yang relevan dan aplikatif di Indonesia,” kata Prof. Suharnomo.
Suharnomo mengatakan, kampus UNDIP siap menjadi pilot project sebagai laboratorium hidup untuk pengembangan inovasi tersebut. Pihaknya percaya kerjasama ini akan menjadi langkah strategis untuk mendorong transformasi digital yang berkelanjutan di lingkungan akademik dan masyarakat luas.
Lebih jauh, kerja sama juga diarahkan untuk penguatan sumber daya manusia melalui program staff exchange dan internship bagi sivitas akademika UNDIP, sejalan dengan upaya mencetak talenta global berkarakter superkeeper.
Kunjungan ini menjadi langkah konkret UNDIP dalam membangun reputasi internasional berbasis kolaborasi riset, inovasi teknologi, dan pengembangan SDM unggul melalui jejaring kemitraan global.
Hery Priyono













