blank
Tradisi Manganan di Desa Kawak, Pakisaji Jepara.

JEPARA (SUARABARU.ID)- Salah satu tradisi yang masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Kawak, Pakisaji Jepara adalah manganan. Manganan merupakan makan bersama seluruh warga sebagai bentuk syukur atas hasli panen raya yang melimpah.

Ratusan warga berbondong bondong membawa makanan yang berisi nasi, sayur dan lauk. Terlihat mereka sangat antusias mengikuti tradisi manganan yang diselenggarakan di makam Mbah Wali Kawak, seorang sesepuh desa, yang diyakini sebagai salah satu yang babat alas desa.

Tradisi manganan ini merupakan tradisi yang dilakukan secara turun terumun dan warisan leluhur yang dilaksanakan warga dengan berkumpul dan makanan bersama. nasi lengkap dengan lauk pauk di taruh diatas daun pisang dan daun jati, Acara yang dimulai pada sore menjelang maghrib ini berjalan dengan khidmat.

Petinggi Desa Kawak, Eko Heri Purwanto mengatakan “Tradisi ini merupakan simbol kerukunan warga dan bertujuan untuk nguri nguri budaya kita yang sudah dicontohkan oleh para leluhur” ucap Eko Heri

Tradisi Manganan ini tidak hanya diikuti warga Desa Kawak saja melainkan berbagai desa seperti jambu timur, slagi dan Guyangan turut hadir dalam acara tersebut.

“Yang hadir kurang lebih 500-700 warga, mereka sangat lahap dalam menikmati makanan yang dibawa, semoga berkah dan hasil panen selanjutnya lebih melimpah, Aamiin ” imbuhnya.

Acara ini juga mendapat apresiasi yang luar biasa dari warga setempat, Unik Rustia (35) ” Saya cukup senang bisa mengikuti acara ini, Saya membawa nasi, lauk komplit telur, tahu dan teri ikan asin dan Sisanya makanan ini dibawa pulang biar nanti bisa nikmatin berkah bareng keluarga”. Tandas Unik.

ua/jmb