blank
Pemkab Blora Gelar Pelatihan Budidaya Lele di 16 Kecamatan, Senin 5 Mei 2025.Foto: Kudnadi Saputro Blora

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SUARABARU.ID) — Komitmen Bupati Blora untuk memajukan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan terus ditunjukkan secara nyata. Kali ini, melalui launching Pelatihan Budidaya Ikan Lele untuk 16 kecamatan se- Kabupaten Blora.

Launching pelatihan yang digelar di pendopo Kecamatan Cepu, Senin 5 Mei 2025, merupakan langkah konkret Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal yakni perikanan.

Tak hanya launching pelatihan, Bupati Blora juga menyerahkan paket bantuan sarana budidaya ikan lele kepada sejumlah kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) sebagai dukungan langsung kepada para pelaku usaha mikro sektor perikanan.

Sejumlah Pokdakan dari wilayah Kecamatan Cepu, Kedungtuban, Jiken, dan Sambong menerima bantuan paket budidaya ikan lele. Masing-masing, Pokdakan Sarang Lele Milenial Kelurahan Cepu, Pokdakan Berkah Mandiri Temengeng, Desa Temengeng, Sambong, Pokdakan Barokah Lele Desa Panolan, Kecamatan Kedungtuban, lalu Pokdakan Mina Sanggar Pule Desa Nglobo, Jiken.

Salah seorang perwakilan Pokdakan ‘Barokah Lele’ Desa Panolan, Sugiyanto menyampaikan bahwa apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Blora atas dukungan dan pendampingan yang telah diberikan dalam pengembangan sektor perikanan, khususnya budidaya lele.

Sugiyanto mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian Pemkab Blora yang telah berulang kali merespons kebutuhan dan kegiatan para pembudi daya lele.

“Kami selaku pembudidaya lele di Panolan merasa sangat berterima kasih. Ada tindak lanjut nyata dari Pemkab dalam menggali dan mengembangkan potensi desa kami,” ucap Sugiyanto.

Sugiyanto menyampaikan bahwa sejak tahun 2019, kelompoknya telah menerima bantuan berupa kolam lele. Meski awalnya masyarakat sempat pesimis karena adanya anggapan bahwa budidaya lele cenderung merugi, kini anggapan tersebut mulai berubah.

“Setelah kami tekun dan mendapat pendampingan dari dinas terkait, ternyata lele bisa memberikan tambahan ekonomi bagi kami,” jelas Sugiyanto.

Potensi perikanan lele di Desa Panolan dinilai sangat menjanjikan. Hal ini dibuktikan dengan terus bertambahnya jumlah kolam dan anggota.

Hingga saat ini, kelompok Barokah memiliki puluhan anggota aktif dan lebih dari 300 kolam lele. Banyak pemuda desa yang kini tertarik bergabung dan belajar menjadi mitra budidaya lele. Mereka juga mendapat penyuluhan serta pendampingan dalam pembuatan kolam.

“Kami menyambut baik antusiasme generasi muda. Setiap ada yang berminat, kami bantu mulai dari penyuluhan sampai pembuatan kolam,” imbuh Sugiyanto

Lebih lanjut, Sugiyanto menyampaikan apresiasi khusus kepada Bupati Blora atas perhatian dan program pemerintah terhadap pengembangan potensi desanya.

“Dukungan ini memberi kami semangat untuk terus berkembang dan menjadi kelompok yang mandiri serta berdaya saing,” tandas Sugiyanto.

Selanjutnya, pelatihan dan penyerahan bantuan akan digelar disejumlah wilayah kecamatan-kecamatan lainnya di Kabupaten Blora. Ini diharapkan dapat menjadi tonggak awal penguatan sektor perikanan Blora dan menjadikan Kabupaten Blora sebagai salah satu sentra budidaya ikan lele unggulan di Jawa Tengah.

Pada kesempatan itu, Bupati Blora, Arief Rohman menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari agenda prioritas 99 hari kerja yang ia jalankan bersama Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini.