blank
Dirut RSISA, dr Agus Ujianto (keempat dari kiri), berfoto bersama perwakilan LPBINU usai pertemuan. Foto: dok/rsisa

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung, Semarang, bersama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jawa Tengah, menggelar pertemuan di Ruang Direktur Utama RSISA, Selasa (29/4/2025), untuk membahas kolaborasi pelatihan penanggulangan bencana.

Pertemuan ini menandai langkah awal sinergi antara sektor kesehatan dan lembaga kebencanaan, dalam membangun kapasitas relawan dan tenaga medis.

Selain dihadiri Dirut RSISA Semarang, dr Agus Ujianto MSi Med SpB, pertemuan ini juga dihadiri Manajer Diklat dan Litbang, serta sejumlah anggota LPBINU.

BACA JUGA: Mendiang Ketua Dewan Pengawas DPP Walubi, Murdaya Widyawimarta Po, Akan Dikremasi di Bukit Dagi

Dalam keterangannya, dr Agus Ujianto menegaskan, kolaborasi antara rumah sakit dan lembaga kebencanaan, seperti LPBINU Jateng ini, sangat penting untuk memperkuat kesiapan masyarakat menghadapi situasi bencana.

Menurutnya, RSI Sultan Agung Semarang siap menjadi bagian dari upaya bersama, dalam membangun kapasitas relawan yang profesional dan berdaya tanggap tinggi.

”Kami sangat mendukung kerja sama ini, karena penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Diperlukan sinergi lintas sektor, untuk mencetak relawan yang siap dan terlatih menghadapi situasi darurat. Terutama di wilayah yang rawan bencana,” kata dr Agus.

BACA JUGA: Tarian Nusantara 376 Siswa Meriahkan Hardiknas di Kebumen

Sementara itu, Wakil Ketua LPBINU Jateng, M Amin menyampaikan keprihatinannya, terhadap kondisi sungai di wilayah Jateng. Disebutkan dia, sebagian besar sungai dibuat sebagai tempat pembuangan limbah oleh masyarakat.

”Ini yang perlu jadi perhatian LPBINU Jateng, untuk kemudian bergerak bersama, bagaimana melahirkan kader-kader relawan yang bersertifikasi,” terang dia.

Pihaknya berharap, melalui kerja sama dengan RSI Sultan Agung Semarang, dapat mencetak relawan hingga trainer yang bersertifikasi dan profesional. Selain itu, dalam kerja sama ini juga telah disepakati, akan dilaksanakan pelatihan peningkatan kapasitas driver ambulans.

BACA JUGA: Kemenkum Jateng Fasilitasi Konsultasi dan Harmonisasi Raperda Penanaman Modal Kabupaten Sragen

Pada kesempatan yang sama, Anggota Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi LPBINU Jateng, M Muhid Albawawi mengungkapkan, driver ambulans menjalankan peran penting dalam menangani pasien.

”Ini diperlukan oleh driver ambulans, untuk bisa menangani pertolongan pertama pada pasien, agar dapat segera dibawa ke faskes terdekat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Albawawi menyampaikan, pelatihan bagi driver ambulans merupakan bagian penting dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana. Dia berharap, RSI Sultan Agung dapat menjadi mitra strategis, dalam mencetak pengemudi ambulans yang terampil dan tanggap dalam kondisi darurat medis.

”Kami berharap, melalui kerja sama ini para driver ambulans tidak hanya mahir mengemudi, tetapi juga memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama kepada pasien. Ini penting untuk meningkatkan kualitas respons di lapangan, terutama saat bencana terjadi,” tandas dia.

Riyan