SEMARANG (SUARABARU.ID) – Suasana Kampung Budaya Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (UNNES) berubah menjadi panggung perayaan budaya yang semarak pada Selasa, 29 April 2025.
Dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia 2025, Pendidikan Seni Tari UNNES menyelenggarakan pertunjukan seni bertajuk “Unnes Menari” dengan mengusung tema “Pementasan Tari Kerakyatan: Dari Lumbung ke Panggung, Tari Kerakyatan sebagai Jejak Peradaban”.
Acara yang digelar mulai pukul 12.00 hingga 22.00 WIB ini sukses menyedot perhatian lebih dari 500 penonton yang memadati area Kampung Budaya. Pementasan disuguhkan secara gratis untuk umum dan juga disiarkan langsung melalui channel YouTube B7TVHD SENDRATASIK, membuka akses lebih luas bagi pecinta seni tari di seluruh Indonesia.
Tak ketinggalan, penampilan memukau dari UKM Kesenian Jawa Unnes, Komunitas Swatantra, serta dosen tari yang menyuguhkan Dolalak Purworejo, menambah semarak pertunjukan. Komunitas Barongan Samin Edan juga turut menghadirkan pertunjukan yang menggugah semangat kebudayaan.
Sebagai bintang tamu, hadir pula Topeng Ireng Boyolali dan Jaranan LBSU yang sukses membuat penonton bersorak kagum dan memberi tepuk tangan meriah.
Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam mengenai makna Hari Tari Dunia dan komitmen Unnes terhadap pelestarian seni budaya.
“Sebagai universitas yang berwawasan konservasi, UNNES berkomitmen untuk melestarikan, mengembangkan, dan mengenalkan seni tari yang mendunia. Dengan semangat konservasi mari kita rawat tradisi, inovasi, dan harmoni dalam setiap gerak. Teruslah menari untuk membangun peradaban yang berbudaya dan berwawasan global. Selamat Hari Tari Dunia,” ujarnya.













