blank
Kepala Disarpus Kebumen Sigit Dwi Purnomo bersama para pemateri dan peserta Bimtek penulisan budaya lokal, Senin (28/4).(Foto:SB/Disarpus Kebumen

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Sebanyak 60 penulis lolos mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek)  kepenulisan konten budaya lokal yang diprakarsai Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Kebumen.

Pada Senin (28/4) telah memasuki Bimtek Sesi II berlangsung di Ruang Teater Disarpus Jalan Veteran Kebumen. Acara dibuka langsung oleh Kepala Disarpus Kebumen Sigit Dwi Purnomo, menghadirkan tiga narasumber dan dimoderatori Hendri Unduh N.

Tiga pemateri terdiri atas Komper Wardopo, wartawan seniora Suarabaru.id, membawakan topik kaidah penulisan kreatif,  Sigit Tri Pabowo (General Manager Geopark Kebumen) tentang budaya lokal Kebumen, serta Teguh Hindarto, peneliti sejarah yang juga penggia Historical Study Trip, tentang sejarah Kebumen.

Kepala Disarpus Dwi Purnomo menyatakan, Bimtek kepenulisan budaya lokal itu dalam rangka mengembangkan literasi dan budaya baca masyarakat serta melestarikan budaya lokal Kebumen melalui tulisan.

blank
Para penulis menunjukkan karyanya kepada tiga pemateri Bimtek Penulisan di Disarpus Kebumen, Senin 28/4.(Foto:SB/Disarpus Kebumen)

Pihaknya melalui kegiatan Pengembangan Program Perpustakaan Daerah telah melaksanakan Bimtek Kepenulisan Konten Budaya Lokal Kebumen Tahun 2025 Sesi I pada 25 Maret lalu. Sesi kedua pada 28 April ini dan sesi ketiga pada Mei mendatang.

Diterbitkan Jadi Buku

Para peserta merupakan penulis pemula, pelajar dan mahasiswa, penggiat literasi, pustakawan sekolah dan madrasah, guru serta kepala sekolah di Kebumen.

“Saudara semua telah terpilih sebagai 60 peserta terbaik. Silahkan menuangkan karya sesuai topik yang telah dipilih dan dibimbing tiga mentor. Tulisan saudara ini dilombakan dan selanjutnya 60 karya penulis ini semua akan kita terbitkan menjadi buku,”jelas Sigit Dwi Purnomo disambut aplaus peserta.

Kabid Perpustakaan Disarpus Kebumen Setiya Birawa menambahkan, Bimtek penulisan  konten budaya lokal ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan kapasitas penulis pemula di Kebumen serta meningkatkan jumlah penulis kreatif yang bisa mengembangkan literasi bermuatan konten kearifan lokal.

“Bimtek ini kami utamakan diikuti para penulis pemula, pustakawan, pelajar dan mahasiswa serta guru dan kepala sekolah agar kemudian hari bisa mengembangkan budaya literasi dan kepenulisan dengan muatan budaya lokal sebagai bacaan yang bermutu,”tandas Setiya.

Seorang peserta, Farida Salsabila yang juga penulis fiksi terpanggil ikut Bimtek. Dia mengaku baru tahap awal menulis nonfiksi sehingga harus banyak belajar. Farida telah memilih beberapa topik tentang keberagaman budaya di Desa Watulawang, Kecamatan Pejagoan.

Komper Wardopo