blank
Pasangan Sukahar-Ngatminatun dengan tekun menyisihkan penghasilannya jualan es thung-thung dan tahun ini berangkat haji. Foto: Tya Wiedya

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Sebuah kisah inspiratif datang dari Grobogan. Sukahar dan Ngatminatun, pasangan suami istri ini punya niat suci untuk melaksanakan ibadah haji. Dia menabung selama 13 tahun, dan doanya terpenuhi, tahun ini dia berangkat ibadah haji.

Sukahar berhasil merealisasikan impiannya untuk berhaji dari hasil menyisihkan pendapatan dari berjualan es krim keliling (es thung-thung).

Sukahar warga Kaliwenang, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan ini akan berangkat ke Tanah Suci bersama istrinya, Ngatminatun. Sukahar mengaku mulai menabung untuk berangkat haji sejak 13 tahun yang lalu atau sekitar tahun 2012 silam.

“Sebelumnya sudah mulai niatkan haji pada tahun 2010. Kemudian resmi mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji dengan menyisihkan pendapatan harian sebesar Rp50 ribu – 60 ribu dari hasil jualan setiap hari,” tutur Sukahar.

Akhirnya, Sukahar dan istrinya mampu melunasi biaya haji tersebut. Sedianya 2022, Sukahar dan istrinya sempat terdaftar untuk berangkat haji. Namun, keberangkatan mereka ditunda akibat pandemi covid19.

Tertunda

Pada tahun 2024, keduanya kembali masuk daftar jamaah calon haji cadangan dan telah mengikikuti manasik haji serta melunasi biaya. Namun keberangkatan mereka tertunda karena keterbatasan kuota.

Baca juga Turnamen Biliar Kapolres Cup POBSI Grobogan Diikuti 140 Peserta

“Tahun 2024 masuk daftar calon jamaah haji cadangan dan sudah ikut manasik haji dan melunasi biaya. Tetapi ada keterbatasan kuota, sehingga keberangkatannya ditunda,” tambah Sukahar.

Dalam informasi yang diterimanya, Sukahar dan istrinya akan berangkat bersama rombongan kloter 37 Kabupaten Grobogan dan dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada 10 Mei 2025.