MAGELANG (SUARABARU.ID) : Gereja Paroki Santo Ignatius Kota Magelang menggelar misa requiem ( misa arwah) untuk mendiang Paus Fransiskus yang meninggal dunia Senin ( 21/4) lalu. Misa requiem tersebut dipimpin Kepala Paroki St Ignatius Magelang, Romo FX Alip Suwito Pr.
Pada misa tersebut, para umat membawa foto Paus Fransikus dan diangkat saat Romo Alip Suwito memimpin doa bersama. Foto-foto tersebut untukm mengenang kembali Bapa Suci Paus Fransiskus.
“Umat membawa foto Paus Fransiskus untuk mengenang semangat spriritual dari Paus Fransiksus yang hadir di tengah-tengah umat manusia di seluruh penjuru bumi ini ,”kata Romo Alip.
Menurutnya, foto-foro yang dibawa para umat tersebut, selain kembali mengenang Bapa Suci Paus Fransiskus, juga merupakan salah satu cara umat Katholik di Magelang untuk belajar seperti Bapa Suci, yang sering hadir untuk orang yang lemah, miskin dan tersingkir.
Ia menambahkan, misa requiem ini dikhususkan untuk mendoakan Bapa Suci Paus Fransiskus yang meninggal dunia satu hari setelah memberikan berkah para perayaan Paskah di Vatikan.Bapa Paus Fransiskus meskipun kondisinya belum sepenuhnya pulih, tetapi tetap memberikan semangat kepada umat Katolik. Terutama dalam menjalani peziarahan karena sepanjang 2025 ini dipersembahkan khusus sebagai tahun Yubileum pada sebuah peziarahan yang penuh harapan.
Dalam kotbahnya, Romo Alip juga membacakan surat waisat yang ditulis Paus Fansiskus pada 9 Juni 2022 lalu. Surat waisat tersebut, bisa menjadi bagian yang penting bagi umat Katolik karena telah menyiapkan segala sesuatunya saat dipanggil Tuhan.
Ia menambahkan, pada Jumat (25/4/ 2025) mendatang, Kevikepan Kedu akan menggelar misa Indulgensi Yubileum 2025 dan peringatan wafat Paus Fransiskus.
Sementara itu, Vikaris Yudisial Keuskupan Bandung Romo Martinus Herry Wahyu Adiyanto Pr mengatakan, dirinya pernah berinteraksi langsung dengan Paus Fransiskus saat menempuh studi di Roma beberapa tahun lalu
“Bapa Paus Fransiskus merupakan sosok yang rendah hati dan mau dekat dengan semua orang dari segala bangsa , termasuk para imam,”kata Romo Martinus.
Ia menambahkan, Bapa Suci juga selalu memberikan perhatian bagi negaranegara yang sedang bertumbuh, termasuk bangsa Indonesia. Selain itu, selalu memuji soal toleransi beragama. W. Cahyono













