JAKARTA (SUARABARU.ID)– Direktur Bina Haji Kementerian Agama RI, Musta’in Ahmad mengatakan, tentang pentingnya menjaga amanah, agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan benar. Sebab, amanah yang diembannya itu kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.
Hal itu seperti yang disampaikannya, ketika menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2025. Bimtek dilakukan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin-Minggu (14-20/4/2025).
”Bimtek ini dilaksanakan untuk mempersiapkan calon petugas, saat melayani jamaah calon haji di Arab Saudi. Kita harus menyadari, semua akan dimintai tanggung jawabnya,” kata Musta’in dalam keterangannya, Senin (14/4/2025).
BACA JUGA: Kemenag Jepara Gelar Manasik Haji untuk 1.186 Calon Jemaah Haji: Tertua Berusia 90 Tahun
Menurut dia, pada acara yang juga dihadiri Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Setjen Kemenag, Achmad Fauzin ini, PPIH di Arab Saudi harus mengikuti kegiatan ini secara utuh, lahir dan batin.
”Peserta harus sepenuh hati bekerja, sebagai bentuk rasa syukur, tanggung jawab dan manifestasi dari niat baik,” imbuh dia, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag.
Disampaikan juga, Indonesia awalnya mendapat kuota petugas haji 2025 sebanyak 2.210 orang atau setara 1% dari 221.000 kuota jamaah. Namun pada perkembangannya, Arab Saudi telah mengembalikan kuota petugas haji Indonesia menjadi 2% dari total jumlah jamaah. Artinya, ada 2.210 orang lagi yang akan menyusul menjadi calon PPIH di Arab Saudi.
BACA JUGA: PSSI Akan Siapkan Tim Lebih Matang untuk Piala Dunia U17 2025
”Ini penormalan kuota petugas haji. Bukan penambahan kuota petugas haji. Perlu diketahui, proses seleksi calon PPIH terutama tingkat pusat, telah digelar sejak Desember 2024,” terang dia.
Musta’in mengingatkan, kondisi di lapangan sangat dinamis. Maka, para calon petugas haji harus selalu siap dengan perkembangan kondisi penugasan. Misalnya dari petugas akomodasi, akan diminta membantu petugas transportasi.
”PPIH Arab Saudi tidak boleh cengeng, dan jangan lemah. Kita tidak boleh khawatir dan ketakutan dalam pertempuran melayani ratusan ribu jamaah haji. Karena mental kita adalah mental pemenang. Dengan adanya hambatan dan masalah, tidak gampang panik,” pesannya.
BACA JUGA: Nova Akan Tingkatkan ‘Skill’ Individu Pemain
Diharapkan dia, agar setiap petugas harus saling kenal. Tidak hanya sekadar fisik, tetapi harus kenal secara batin, harus saling tolong menolong dan bersahabat.
”Pola 267 harus dikuatkan. Apa itu? Re-La-Si. Relasi antarsesama harus dijaga, dibina dengan sebaik-baiknya, semua satu tim. Kita datang disini bukan sendiri. Petugas berasal dari berbagai kalangan, harus bisa disatukan dengan tugas bersama melayani jamaah haji,” tandas Musta’in Ahmad.
Riyan













