Oleh : Dewi Saptariani, S.Pd.
Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, para guru memiliki peran yang semakin penting dalam membentuk generasi masa depan. Untuk menjalankan tugas tersebut, kolaborasi antar guru menjadi kunci utama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan membangkitkan inovasi. Ruang kolaborasi, baik fisik maupun virtual, merupakan wadah yang penting bagi para guru untuk saling berbagi ide, inspirasi, dan praktik terbaik.
Program ini berawal dari kegelisahan para kepala sekolah tentang guru di sekolah masing-masing yang mengalami kelangkaan ide guna menentukan metode dan media pembelajaran inovatif. Dalam diskusi bersama tersebut, teridentifikasi keinginan untuk melaksanakan kolaborasi antar komunitas belajar yang mampu membangkitkan potensi dan saling menginspirasi bagi guru.
Dari hasil bertemu dan bertukar ide tersebut, tercipta Program Saguta. Saguta merupakan akronim dari Sabtu Guru Tamu, wujud gagasan para Kepala Satuan Pendidikan yakni Mukhamad Fahrudin, S.Pd. ( SDN 3 & 4 Sekuro ), Zainuddin, S.Pd., M.M. ( SDN 3 & 7 Karanggondang ), Dewi Saptariani, S.Pd. ( SDN 6 Jambu ), dan Tutik Mudzakiroh, S.Pd. ( SDN 6 Sinanggul ), yang tergabung dalam Komunitas Zona 334667.

Program guru tamu merupakan inisiatif yang efektif untuk memperkaya pengalaman belajar dan mengembangkan profesionalisme para guru. Bertukar guru untuk saling berkunjung dan berbagi pengetahuan, praktik terbaik, serta metode pengajaran, sehingga menciptakan lingkungan yang kolaboratif dan saling menginspirasi.
Membidik guru dan murid, teknis dalam Saguta diawali dengan memetakan guru-guru yang terlibat, lalu menentukan jadwal pelaksanaan, serta dilanjutkan dengan komunikasi masing-masing guru untuk menentukan materi pelajaran yang akan disampaikan. Selain itu juga berbagi informasi tentang kondisi murid dan situasi kelas yang akan didatangi selama 2 jam pelajaran.
Untuk putaran pertama dari Saguta ini telah dilaksanakan pada hari Sabtu 22 Februari 2025, mendelegasikan guru kelas 5 dan 6 ( Fase C ) menjadi guru tamu sesuai dengan peta skema pelaksanaan.

Aktor-aktor yang terlibat antara lain : Baron Adi Wijaya, S.Pd. dan Miftakhur Rohman, S.Pd. ( SDN 3 Karanggondang ) ; Driyas Pujianto, S.Pd. dan Amalliyatun Nidaiyah, S.Pd. ( SDN 3 Sekuro ) ; Amin Fatah, S.Pd. dan Pipin Oktria, S.Pd. (SDN 4 Sekuro) ; Heny Kristyaningsih, S.Pd. dan Siti Khaerunisa, S.Pd. ( SDN 6 Jambu ) ; Akhmad Azis, S.Pd. dan Farchan Rohmat Hidayatullah, S.Pd.SD ( SDN 6 Sinanggul ) ; Fatta Redyawati, S.Si. dan Neny Dwi Purwani, S.Pd. ( SDN 7 Karanggondang ).
Manfaatnya, guru tamu dapat berbagi pengalaman dan metode pengajaran yang telah terbukti efektif di sekolah asal mereka, selain itu para guru di sekolah yang dikunjungi dapat mempelajari pendekatan baru dan mengadopsi praktik terbaik yang relevan. Guru tamu dapat mengembangkan keterampilan presentasi dan komunikasi mereka dengan berbicara di depan murid yang berbeda, guru sekolah asal pun dapat memperluas wawasan dan keterampilan mereka dengan mempelajari metode dan pendekatan yang berbeda.
“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi program “Saguta” yang dilaksanakan di Komunitas Zona 334667. Program seperti ini penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka wawasan para siswa serta inovasi guru dalam praktik baik pembelajaran. Kami akan terus mendukung dan mendorong pelaksanaan program ini di sekolah-sekolah lain di Kecamatan Mlonggo, dan tidak menutup kemungkinan membuka kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutannya,” tutur Koordinator Satkordikcam Mlonggo, Nuryadi, S.Pd., M.M.
Salah satu penggagas Saguta, Mukhamad Fahrudin mengatakan bahwa Komunitas Zona 334667 sangat terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan komunitas lain yang tertarik dengan Saguta, pihaknya akan menjembatani sekolah-sekolah yang menginginkan untuk diadakan program yang sama, tentu dengan perjanjian yang disepakati.
Evaluasi dan refleksi dari program ini menunjukkan bahwa ada banyak dampak positif yang dirasakan oleh siswa, guru, dan sekolah. Namun, juga terdapat tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan efektivitas program di masa mendatang. Dengan terus melakukan evaluasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, program ” Sabtu Guru Tamu” dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pendidikan di masa depan.
Kedepan Program Saguta akan tetap diadakan, hingga seluruh fase terlaksana. Sebab terbukti Saguta dapat mendorong antusias belajar siswa, memberikan variasi dalam metode pengajaran, dan memperkenalkan perspektif baru yang mungkin tidak dapat ditemukan dalam kurikulum standar. Selain itu, program ini membangun hubungan yang lebih kuat antar sekolah. Secara keseluruhan, program ” Sabtu Guru Tamu” adalah inovasi pendidikan yang sangat berharga dan layak untuk didukung serta dikembangkan.
Penulis adalah Kepala SDN 6 Jambu













