WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Duet Bupati-Wakil Bupati Wonogiri periode 2025-2030, Setyo Sukarno-Imron Rizkyarno, menegaskan, akan langsung bekerja untuk merealisasikan program keberlanjutan pembangunan yang telah direncanakan. Yakni dengan mempertimbangkan efisiensi anggaran.
Termasuk merespons Instruksi Presiden (Inpres) Nomor: 1 Tahun 2025, terkait efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2025. “Kami sudah mendapat rambu-rambu dari Kemendagri, bahwa efisiensi harus diarahkan untuk meningkatkan pelayanan dasar, seperti di bidang kesehatan, pendidikan serta ketahanan pangan,” tegas Bupati Setyo Sukarno.
Senin (3/3/25), di Pendapa Kabupaten Wonogiri, digelar acara serah terima jabatan (Sertijab) dari Bupati Wonogiri lama Joko Sutopo (periode 2014-2024) kepada Bupati-Wakil Bupati baru (periode 2025-2030) Setyo Sukarno-Imron Riskyarno. Sertijab dihadiri oleh Kabid Retribusi Bapendan Provisi Jateng, Lilik Henry Ristianto, yang membacakan sambutan tertulis Gubernur Jateng. Juga hadir Pimpinan DPRD bersama jajaran Forkompimda Wonogiri, para Pimpinan Dinas dan Instansi, para Direktur, Ketua KPU dan Ketua Bawaslu, Kepala Badan, Kepala Bagian bersama Camat se Kabupaten Wonogiri.
Sertijab Bupati Wonogiri, ditandai dengan penandatanganan naskah berita acara, oleh Bupati lama Joko Sutopo dan Bupati baru Setyo Sukarno, dengan didampingi Wakil Bupati Imron Rizkyarno. Bersamaan itu, juga dilakukan sertijab Ketua Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Wonogiri dari Ketua Lama Ny Joko Sutopo kepada Ketua Baru Ny Setyo Sukarno.
Dalam bidang pendidikan, Setyo Sukarno akan berupaya untuk segera merealisasikan pendirian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri. Ini dilakukan, untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan menengah di wilayah tersebut. “Saat ini belum ada sekolah menengah atas di daerah itu. Alhamdulillah, tahun ini kami sudah mendapatkan izin dari provinsi untuk membangun SMK di Kecamatan Karangtengah,” imbuhnya.
Selain itu, juga akan segera direalisasikan program unggulan pembangunan sebanyak 1.000 sumur pantek. Akan direalisasikan tahun ini, guna meningkatkan ketahanan pangan di Wonogiri. ”Sebagian dana dari hasil efisiensi anggaran, akan dialokasikan untuk swasembada pangan melalui pembangunan sumur pantek,” tandas Setyo Sukarno.
Optimis
Sementara itu, Bupati lama Joko Sutopo, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak, yang telah mendukung pemerintahannya. Mas Jekek, sapaan akrabnya, optimistis sinergi antara pemerintah dan masyarakat akan semakin kuat di bawah kepemimpinan Setyo Sukarno dan Imron Rizkyarno.
Kepada awak media, Bupati lama Joko Sutopo berkata: ”Pak Setyo yang sudah banyak pengalaman di birokrasi, dan saya yakin mampu meneruskan program pemerintah di tengah keterbatasan anggaran karena ada kebijakan efisiensi,” kata Joko Sutopo yang akrab dipanggil Mas Jekek.
Sementara itu, Bupati Setyo Sukarno, menyatakan siap menjalankan tugas sebaik-baiknya bersama Wakil Bupati Imron Rizkyarno. Dia menyatakan, selama mengikuti retreat di Magelang, mendapat pembekalan yang berharga dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Termasuk pemahaman bahwa Pemkab harus linier dengan Pemprov Jateng, maupun dengan Pemerintah Pusat.
Menyikapi efisiensi, Wonogiri akan melakukan perhitungan ulang atas program yang telah disusun selama ini. Hanya saja, tambah Bupati Setyo Sukarno, untuk urusan mendasar seperti sektor pendidikan, kesehatan serta ketahanan pangan, akan tetap menjadi perhatian khusus.
Termasuk janji akan membangun sebanyak 1.000 sumur pantek di Kabupaten Wonogiri, akan segera direalisasikan dengan menyesuaikan anggaran yang ada. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan pendidikan kejuruan Pemkab Wonogiri, tahun ini siap membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Karangtengah.(Bambang Pur)













