Oleh : Hj. Deny Ana I’tikafia,SP.MM
Hari ini adalah hari spesial yang dirayakan insan seluruh dunia yaitu 1 Januari 2025 yang jatuh pada hari Rabu. Selama ini kalender Masehi menjadi pedoman semua umat beragama dan menjadi tolak ukur menengok ke belakang, kaleidoskop muhasabah terkait apa yang telah di perbuat selama tahun 2024. Harapannya dapat menjadi dasar pijakan target tahun 2025.
Hari ini bertepatan tanggal 1, hari spesial bagi umat Islam yang dengan segenap rasa syukur selain menyambut tahun baru Masehi juga menyongsong datangnya bulan Rajab 1446 Hijriyah.
Kedatangan bulan Rajab bagi umat Islam merupakan salah satu bulan istimewa sebagai momen berlatih menyambut bulan Ramadhan dengan puasa Senin Kamis, ayyamul bidh , puasa Daud dan amalan ibadah lainnya sebagai pendukung.
Sebagaimana kita ketahui bersama, dalil pokok yang menjelaskan mengenai empat bulan haram itu terdapat dalam Qs At-Taubah ayat 36. Di antara empat bulan haram tersebut tiga di antaranya berurutan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan lagi terpisah disebut dengan “bulan mudhar” yakni Rajab.
Di Indonesia, mayoritas penduduk beragama Islam, dengan beragam keyakinan, ada yang menikmati jelang tahun baru bersuka cita bersama sanak saudara, mengadakan pengajian. Ada pula yang hanya di rumah saja, muhasabah pada diri sendiri .
Hadis Riwayat Al Hakim mengajarkan pada kita bahwa , “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, (dan) barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan bahkan, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka.”
Mencermati hadist tersebut, perlu dijadikan pedoman, pentingnya mempersiapkan diri untuk ciptakan mental dan jiwa resilien atau yang lebih dikenal dengan tangguh menghadapi kehidupan yang semakin pelik.
Kesenjangan generasi, pentingnya penyelasaran , saling memahami dan menghargai, kawula muda menghormati keberadaan yang sudah berusia lanjut. Begitu pula sebaliknya yang lebih tua memberi contoh yang baik menjadi teladan bagi semua fihak.
Memedomani pula Qs Al Hasyr ayat 18 bahwa,”Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, berusaha menjadi baik harus tetap di ikhtiarkan, menapaki kehidupan yang sangat kompleks ini dengan diniati untuk memperbaiki diri. Ada baiknya berusaha baik untuk mencari teman, menghindari permusuhan yang tidak mengenakkan hati.
Berusaha baik saja kadang masih bisa menimbulkan kesalahfahaman, apalagi sengaja menyakiti hati yang tentu saja akan menimbulkan perpecahan berakibat permusuhan.
Sudah saatnya semua belajar bermental tangguh, karena semua yang ada di dunia ini meskipun dibatasi dengan berbagai tingkatan jabatan dunia, namun sesungguhnya, pada hakikatnya semua mahluk berkedudukan sama derajatnya di hadapan Allah SWT.
Fastabiqul khairat, keberkahan yang kita harapkan dari Allah SWT semata.
Selamat tahun baru 1 Januari 2025 M dan 1 Rajab 1446 H.
Penulis adalah Wakil ketua PDA Jepara, Koordinator LLHPB, LBSO dan MTK













