blank
Pioli (kanan) dan Conte/dok

(SUARABARU.ID) – Musim ini performa AC Milan naik turun di Serie A Liga Italia.

Inkonsistensi Rossoneri berdampak buruk dengan masa depan pelatihnya, Stefano Pioli.

Pioli terus didesak mundur oleh pendukung Milan.

Namun, allenatore berkepala botak ini santai saja menanggapinya.

Pioli sudah memasuki musim kelimanya menangani Rossoneri dengan prestasi terbaik meraih scudetto musim 2021-2022.

Sayang, setelah sukses itu penampilan Rafael Leao dan kawan-kawan malah terjun bebas.
Dalam klasemen sementara Serie A, mereka tertinggal 13 poin di belakang Inter Milan yang berada di puncak.
Leao dan kolega juga gagal di Coppa Italia.

Peluang terbaik meraih trofi cuma ada di Liga Europa.
Kritik dari fans timbul-tenggelam karena Pioli dalam posisi aman ketika Milan tampil bagus, dan kembali diserang saat tim menurun.

Selepas kegagalan memenangi dua laga terakhir di Serie A, mereka balik ke jalur kemenangan dengan menundukkan Lazio 1-0, 2 Maret lalu.
’’Fokus saya hanya memperbaiki performa tim. Kami ingin finis empat besar dan menjuarai Liga Europa,’’ kata Pioli seperti dilansir dari Football Italia.
Dia tak memedulikan seruan ’’keluar’’ yang digemakan suporter Rossonero di media sosial.

‘’Selalu ada kritik, dan saya santai saja. Saya bahagia dan bangga jadi pelatih di sini. Saya rasa kerja kami bagus,’’ tegas Pioli.

Ketika Stefano ’’dihabisi’’, fans menginginkan masuknya pelatih baru.

Antonio Conte disebut-sebut berpotensi menggantikan Pioli musim depan.

Namun, jika Conte mendapat tawaran dari klub Liga Primer Inggris, dia akan menolak pinangan tim-tim Serie A.
mm