blank
Bupati Kudus HM Hartopo mendukung pertumbuhan UMKM. foto: dok/Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM telah menyiapkan 150 paket pelatihan keterampilan di tahun 2023 ini. Pelatihan yang bersumber dari anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Hasil Tembakau (DBHCHT) ini ditujukan untuk menggenjot munculnya wirausahawan baru.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM, Rini Kartika Hadi Ahmawati menyampaikan, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan 150 paket pelatihan kerja yang diperuntukkan bagi 2.400 peserta.

Jenis pelatihan di tahun ini akan berbeda ketimbang tahun sebelumnya, yakni pelatihan berbasis setir mobil, digital marketing ditiadakan lantaran tidak mendukung tujuan orientasi kemandirian peserta.

“Setelah pelatihan kerja ini, diharapkan peserta bisa mandiri, pelatihan ini diharapkan bisa segera dimulai pada akhir Januari,” katanya.

Sasarannya adalah masyarakat Kabupaten Kudus, termasuk pekerja atau buruh rokok, keluarga pekerja rokok, dan masyarakat lainnya yang memenuhi ketentuan.

“Kami upayakan agar pelatihan kerja ini bisa segera dijalankan dan bisa selesai lebih awal,” jelasnya.

Tujuannya, agar nantinya pemulihan dan perkembangan ekonomi di Kudus cepat bangkit dengan lahirnya para pelaku UMKM.

Rini juga mengatakan untuk pelaku UMKM akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Kudus akan berupaya membantu pelaku UMKM dalam rangka mengembangkan usaha masing-masing.

Seperti contoh, mempermudah pengurusan ijin usaha, jaminan produk halal, serta memberikan wadah pemasaran baik offline maupun online.

“Dari jumlah UMKM yang ada saat ini, mayoritas di bidang pengolahan makanan dan minuman sekitar 40 persen. Sisanya kerajinan tangan, batik, bordir, eco-print dan beberapa produk lainnya,” terangnya.

Sementara Bupati Kudus HM Hartopo menyebutkan pelatihan keterampilan DBHCHT terbukti mampu menjadi sarana bagi kemunculan tenaga terampil yang siap masuk dunia kerja. Tak hanya itu, alumni pelatihan kerja ini nanti juga diharapkan bisa menjadi calon wirausahawan baru yang mampu menyerap tenaga kerja.

“Ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat yang muaranya nanti juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,”ujarnya.

Bupati menyebutkan, saat pandemi Covid-19 melanda, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kudus sempat terkontraksi hingga di bawah nol.Sehingga saat pandemi sudah melandai, Pemkab Kudus mulai melaksanakan program percepatan pertumbuhan ekonomi guna mengejar ketertinggalan yang sempat terjadi.

Ads-Ali Bustomi