blank
Juara No Limits Championship 2025, Zulfikar Elang Putra Jaya (Rambo 4294), Febiola 'Iron Mom' Aritonang (No Limits), dan Krisna Ramadhan Widyatama (YTBK), Minggu malam 17 Agustus 2025. foto : hery priyono

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Boxer asal Demak, Krisna Ramadhan Widyatama, berhasil menjadi juara untuk ketiga kalinya di atas ring setelah kembali mengalahkan petinju asal Pemalang, Al Faruqul Islam, Minggu malam 17 Agustus 2025.

Dalam open fight No Limits Championship (NLC) 2025 di mall The Park, Krisna yang berlatih di sasana YTBK Simongan ini mendominasi pertandingan dengan sejumlah strategi dan teknik pukulan, sementara di sisi lain Faruq yang bernaung di bawah Kong Fight Club Pemalang juga memberikan perlawanan seimbang.

Hingga bel terakhir pertandingan dipukul selesai, kedua petinju profesional di kelas 61 kilogram ini saling bertukar pukulan jabs, hook, dan straight, hingga kemudian juri memutuskan kemenangan bagi Krisna.

Dalam NLC 2025 tersebut, selain main event tinju profesional antara Krisna vs Al Faruq tersebut, sejumlah partai pertandingan lainnya tidak kalah seru untuk diperhatikan.

Seperti misalnya di partai kelas 51 kilogram antara petinju Zulfikar Elang Putra Jaya dari sasana Rambo 4294 melawan Muhamad Rizky Saputra dari sasana Naga Ulung berlangsung sangat seru dan intens.

Elang dengan teknik gerakan yang cepat dan presisi berhasil mencatatkan poin pukulan kepada Rizky, begitupun sebaliknya. Walau begitu, hasil akhir dari juri menilai kalau permainan Elang di atas ring pantas menjadi juara.

Sementara itu, dalam kelas 60 kilogram wanita, petinju dari sasana No Limits yang dijuluki Iron Mom, Febiola Aritonang, berhasil mengalahkan petinju dari sasana Gravity Camp Jogja, Amelliya Chintya.

Baku pukul antara Febi vs Amel di atas ring terasa intens sejak ronde pertama, dimana keduanya saling bertukar pukulan tanpa henti. Sejumlah pukulan straight jabs dan hook dilepaskan keduanya hingga ronde terakhir.

blank
Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, dan promotor boxing, Enrico Prasetya, saat acara No Limits Championship 2025 di mall The Park Semarang, Minggu malam 17 Agustus 2025. foto : hery priyono

“Yang seperti ini yang saya harapkan. Dari acara seperti ini (NLC 2025), para pengurus cabor (cabang olahraga) lain bisa membuat event yang tidak saja berujung pada prestasi dan pembinaan saja namun juga ada sisi hiburannya,” kata Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, di sela-sela menyaksikan NLC 2025 dari bawah ring.

Arnaz mengatakan, KONI Kota Semarang sangat mendukung penuh dengan adanya penyelenggaraan event No Limits Championship tersebut yang diadakan rutin setiap tahun.

Lebih dari itu, dirinya mendorong sasana, tempat gym, atau tempat pelatihan cabor lain untuk membuat acara serupa untuk memajukan dunia olahraga di Kota Semarang.

“Ini juga adalah bagian dari sport tourism, dimana sebuah pertandingan olahraga selayaknya dapat dipadukan dengan sisi entertainment. Membuat pertandingan di mall bisa membuat pengunjung tertarik, jadi warga yang awalnya hanya ingin shopping dapat tertarik dan ujungnya malah ikut olahraga,” kata Arnaz.

Sementara itu, promotor event No Limits Championship 2025, Enrico Prasetya, mengatakan, antusias para peserta maupun pengunjung yang menonton selama dua hari acara digelar di luar perkiraan.

“Antusiasnya ternyata sangat besar baik para peserta maupun pengunjung yang nonton banyak banget. Saya sendiri tidak menduga meski tentu bangga bahwa minat pengunjung untuk menyaksikan pertandingan olahraga sangat tinggi,” katanya.

Tak hanya itu saja, Enrico juga menyatakan, dari event NLC 2025 tersebut ternyata banyak bibit – bibit atlet yang potensial untuk dikembangkan dan dibina lebih lanjut, mulai dari open fight, power lifting, hingga body building.

Bahkan dari 32 partai pertandingan tinju di atas ring pada Minggu malam tersebut, terdapat lebih dari separuh peserta yang berpotensi jadi atlet profesional jika mau dibina dan dikembangkan lebih lanjut.

“Ini 50 persen peserta yang ikut tanding tinju ini bisa ditingkatkan lagi lebih advance dan arahnya bisa ke profesional. Tinggal nanti kita lihat ke depan dukungan pengembangan dan pebinaannya seperti apa,” katanya.

Dirinya menambahkan, atas suksesnya penyelenggaraan No Limits Championship 2025 tersebut pihaknya dalam penyelenggaraan tahun mendatang akan meningkatkan kembali pertandingan serupa.

Hery Priyono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini