KLATEN (SUARABARU.ID) – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto mengatakan, selama diberlakukannya PPKM Darurat di Jawa Tengah, pergerakan manusia dan kendaraan di wilayah setempat mengalami penurunan sebesar 15 persen. Padahal harapannya mencapai minimal di posisi 30 persen, syukur bisa mencapai 50 persen .
“Laporan dari Ibu Bupati Klaten menyebutkan angka terkonfirmasi covid–19 di wilayah setempat menurun selama pelaksanaan PPKM Darurat. Tetapi hasil evaluasi Menkomarinvest berdasarkan data Google Maps bahwa pergerakan orang/manusia dan kendaraan sebagainya, kita masih dalam posisi menurun tetapi baru 15 persen. Target kita dalam waktu dekat bisa mencapai 30 persen dan mungkin minggu depan bisa mencapai 50 persen,” tandas Mayjen TNI Rudianto dalam konferensi Pers Satgas Penanganan Covid -19 di wilayah Kabupaten Klaten, Rabu (7/7).
Sebelumnya Pangdam Mayjend TNI Rudianto bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi memimpin Apel Gelar Pasukan Gabungan Satgas Penanganan Covid 19 di wilayah Kabupaten Klaten di Alun-alun setempat.
Penyebaran covid-19, lanjut Pangdam IV/ Diponegoro, kita sinyalir kariernya atau pembawanya adalah manusia yang bergerak dari satu titik ke titik lain. Sehingga pada kesempatan ini pemerintah melakukan PPKM darurat dalam rangka mengurangi pergerakan orang atau manusia dari titik ke titik lain. Kita sadari perkembangan konflik masih berkembang tinggi.
Maka mau tidak mau kita harus saling bahu-membahu bekerja sama untuk menekan ini secara bersama-sama. Tidak ada satu pun yang mampu bekerja sendiri. Maka dari itu kebersamaan harus dijalin.
“Saya mengimbau kepada masyarakat. Mari menahan diri untuk tetap tinggal di rumah. Jika tidak ada kegiatan yang mendesak, mendingan istirahat bersama keluarga di rumah. Tidak usah dulu kita bersepeda, berkumpul dan sebagainya. Sayangi diri dan keluarga kita, sehingga kita bisa selamat . Nanti bilamana sudah turun semua kita bisa kembali beraktivitas seperti semula,” tegas Mayjen TNI Rudianto.
Enam Pintu Penyekatan.
Masih dalam kesempatan sama Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, Klaten sebagai salah satu gate/pintu masuk dari Yogya ke wilayah Jawa Tengah. Di Jateng terdapat 52 pintu sekat yang digunakan sebagai check point dalam rangka pengendalian pergerakan pembatasan mobilitas dan pengetatan mobilitas masyarakat dari dan ke wilayah provinsi.
Karena itu menjadi atensi sekali sebagaimana disampaikan Pangdam yakni diperlukan untuk mengurangi , mengetatkan gerakan masyarakat , baik itu orang maupun kendaraan.
Klaten mempunyai enam pintu penyekatan. “Tolong ditingkatkan pak Kapolres dan Pak Dandim termasuk gerakan gerakan malam tutup jam 20.00. Kecuali sektor kritikal yang harus 100 persen buka 24 jam seperti rumah sakit. Selain itu ketentuan harus ditegakkan dengan arif dan bijaksana lewat keputusan bupati dan sebagainya,” tandas Kapolda Jateng yang diawal penjelasannya mengtakan, pelaksanaan gelar pasukan sudah memenuhi protokol kesehatan.
TNI, POLRI, lurah, camat sudah diswab hingga mereka siap pakai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Bagus aji
Pangdam IV/ Diponegoro Mayjend TNI Rudianto bersama
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi didampingi pejabat instansi terkait tengah memberikan keterangan kepada wartawan dalam Press Conference Satgas Penanganan Covid -19 di wilayah Kabupaten Klaten, Rabu (7/7) (Bagus Adji)













