JEPARA (SUARABARU.ID) – Suasana hangat terasa di pendopo Karaharjan, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, saat puluhan peserta duduk melingkar menyimak pemaparan materi tentang bisnis fashion berkelanjutan. Sesekali mereka mencatat, berdiskusi, hingga mengamati langsung produk-produk UMKM yang dipajang sebagai media praktik. Sebanyak 20 peserta dari kalangan pelaku UMKM, desainer, content creator, dan mahasiswa mengikuti Fashion For Future: Workshop Bisnis dan Sustainability Fashion yang digelar Tenun Ikat’s bersama Telkom Sustainability, Minggu (12/7/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Bumi Berseru Fest tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB dengan mengangkat tema “Membangun Produk UMKM Berkelanjutan melalui Inovasi Bisnis, Visual Branding, dan Konten Digital.” Selama workshop berlangsung, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep sustainability fashion, tetapi juga mempraktikkan cara membangun identitas produk melalui fotografi dan konten digital.
Bagi banyak pelaku UMKM, tantangan saat ini bukan hanya menghasilkan produk yang berkualitas. Persaingan pasar digital menuntut pelaku usaha mampu menghadirkan cerita di balik produknya, membangun identitas merek, serta memperkenalkan nilai keberlanjutan kepada konsumen. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Tenun Ikat’s berkolaborasi dengan Telkom Sustainability menghadirkan Fashion For Future sebagai ruang belajar sekaligus ruang kolaborasi bagi pelaku usaha kreatif.
Penyelenggara dari Tenun Ikat’s, Nailis Sa’adah, mengatakan Fashion For Future hadir sebagai bagian dari rangkaian Bumi Berseru Fest untuk menjawab tantangan yang dihadapi pelaku UMKM fashion.
“Fashion For Future hadir sebagai bagian dari rangkaian Bumi Berseru Fest, menjawab tantangan yang dihadapi pelaku UMKM fashion, yaitu bagaimana mengembangkan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Nailis, workshop tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep sustainability fashion, tetapi juga memiliki bekal praktis untuk memperkuat branding melalui visual produk dan konten digital.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan konsep sustainability fashion secara lebih dekat kepada pelaku UMKM, desainer, komunitas, dan content creator. Tidak hanya melalui materi bisnis, peserta juga dibekali keterampilan fotografi produk dan pembuatan konten digital sehingga mampu membangun branding yang kuat dan memasarkan produk berkelanjutan secara lebih efektif di era digital,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang menerapkan prinsip keberlanjutan, memperkuat kolaborasi antara UMKM, komunitas fashion, dan kreator konten, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menggunakan produk lokal yang ramah lingkungan.
“Fashion For Future tidak hanya menjadi sebuah workshop, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem fashion yang lebih berkelanjutan dan berdampak bagi masa depan,” tambahnya.
Workshop menghadirkan Arum Sekar selaku Sustainability Campaigner dan Manggi Zaswanti, Founder House of Strawberry Fashion. Dalam pemaparannya, keduanya mengulas strategi mengembangkan UMKM melalui inovasi bisnis, penerapan sustainability, visual branding, fotografi produk, hingga pemasaran digital.
Salah satu pemateri menekankan bahwa keberlanjutan kini menjadi nilai tambah yang dicari konsumen.
“Saat ini konsumen tidak hanya membeli sebuah produk, tetapi juga menghargai cerita, proses, dan dampak positif yang ada di balik produk tersebut. Karena itu, selain menghadirkan produk yang berkualitas, UMKM juga perlu mampu membangun branding dan menyampaikan cerita produknya melalui foto dan konten yang menarik,” katanya.
Ia juga mengajak peserta memulai perubahan dari langkah sederhana.
“Yang terpenting adalah konsisten berinovasi, terus belajar, dan berani berkolaborasi agar produk lokal mampu bersaing dan memberikan dampak yang lebih besar,” ujarnya.
Tak hanya mendengarkan materi, peserta juga diajak mempraktikkan teknik penyusunan visual produk serta pembuatan konten sebagai bagian dari strategi pemasaran digital. Produk-produk UMKM yang dipamerkan selama workshop menjadi media belajar untuk menghasilkan foto yang mampu menarik perhatian calon konsumen.
Salah seorang peserta mengaku memperoleh perspektif baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Workshop ini membuka wawasan saya bahwa membangun bisnis bukan hanya tentang menghasilkan penjualan, tetapi juga bagaimana menciptakan produk yang memiliki nilai dan dampak positif. Saya juga belajar bahwa foto produk dan konten yang menarik sangat berpengaruh dalam membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan penjualan,” tuturnya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam mengembangkan usahanya, mulai dari penerapan prinsip sustainability hingga memperkuat promosi melalui media sosial.
Melalui Fashion For Future, Tenun Ikat’s dan Telkom Sustainability menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya bertumpu pada kualitas produk, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha membangun cerita, identitas, dan nilai keberlanjutan. Dari sebuah pendopo sederhana di Karaharjan, Kecamatan Pecangaan, semangat untuk menghadirkan produk fashion lokal yang lebih kompetitif dan ramah lingkungan terus ditumbuhkan.
Fikri












