KUDUS (SUARABARU.ID) – Senyum para pelaku usaha kecil tampak merekah di Kantor Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus, Jumat (10/7/2026). Sebanyak 15 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) menerima bantuan stimulan senilai total Rp300 juta sebagai modal untuk mengembangkan usaha sekaligus membuka peluang meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Program yang merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Kudus itu menjadi salah satu upaya mendorong masyarakat berpenghasilan rendah agar mampu membangun usaha yang berkelanjutan dan mandiri.
Setiap kelompok memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta. Dana tersebut digunakan sesuai proposal yang diajukan, mulai dari pengembangan usaha peternakan ayam, kambing, domba, dan sapi, jasa cuci kendaraan, hingga produksi minuman herbal. Menariknya, program ini juga menyasar kelompok penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan usaha.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris berharap bantuan tersebut menjadi titik awal lahirnya pelaku usaha yang lebih tangguh, bukan sekadar bantuan yang habis dipakai dalam waktu singkat.
“Manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Harapan kami, panjenengan semua bisa naik kelas. Jangan selamanya menjadi penerima bantuan, tetapi suatu saat menjadi orang yang mampu memberi manfaat bagi orang lain. Milikilah jiwa yang inovatif dan terus maju sehingga menjadi pelaku UMKM yang mampu berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Sam’ani.
Menurutnya, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga semangat untuk terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Karena itu, Pemkab Kudus juga terus memberikan berbagai kemudahan bagi pelaku UMKM, mulai dari pengurusan Nomor PIRT, sertifikasi halal, izin BPOM, hingga berbagai perizinan usaha lainnya. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sehingga semakin dipercaya konsumen.
Tak hanya soal bantuan modal, Sam’ani juga menitipkan pesan kepada para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) agar terus mendampingi setiap kelompok penerima bantuan.
“Teman-teman pendamping PKH saya titip untuk terus mendampingi dan mengawal mereka agar benar-benar naik kelas dan menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus Putut Winarno menjelaskan bantuan tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berdasarkan usulan yang diajukan Pemerintah Kabupaten Kudus.
Sebanyak 15 kelompok menerima bantuan masing-masing Rp20 juta untuk mengembangkan usaha sesuai proposal yang telah diverifikasi. Program ini juga mencakup kelompok penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan taraf ekonomi.
Putut menegaskan seluruh penerima wajib memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya serta menyusun laporan pertanggungjawaban (LPJ) secara tertib. Pendamping PKH juga akan terus melakukan pembinaan agar usaha yang dijalankan berkembang dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Di antara para penerima bantuan, Ketua KUBE Wanita Sekar Melati Desa Mlati Lor, Nanik Hariyanti, menjadi salah satu yang paling bersyukur. Kelompoknya yang memproduksi minuman herbal berharap tambahan modal tersebut dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pemasaran.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kelompok kami untuk mengembangkan usaha produksi minuman herbal. Semoga usaha kami semakin maju dan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota,” ungkapnya.
Melalui program bantuan KUBE ini, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap semakin banyak kelompok usaha masyarakat yang tumbuh menjadi UMKM mandiri, mampu menciptakan lapangan kerja, serta ikut menggerakkan roda perekonomian daerah. Bantuan yang diberikan diharapkan bukan hanya menjadi tambahan modal usaha, tetapi juga menjadi awal lahirnya pelaku-pelaku usaha baru yang mampu berkembang, naik kelas, dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
Ali Bustomi













