JEPARA (SUARABARU.ID) – Pemerintah Desa Tunahan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, resmi membentuk Desa Kelurahan Sehat Iklim (DEKSI) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan.
Pembentukan tim berlangsung di Balai Desa Tunahan, Jumat (10/7/2026), dengan melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dan warga.
Pembentukan DEKSI menjadi langkah awal untuk membangun sistem adaptasi berbasis masyarakat. Melalui program ini, warga didorong mengenali berbagai risiko kesehatan akibat perubahan iklim sekaligus menyusun solusi sesuai kondisi desa.
Petinggi Desa Tunahan, Kaswoto Biantoro, menyatakan pemerintah desa mendukung penuh pembentukan DEKSI. Menurutnya, perubahan iklim sudah dirasakan masyarakat sehingga membutuhkan keterlibatan semua pihak dalam mencari solusi.
“Atas nama Pemerintah Desa Tunahan, kami menyambut baik terbentuknya DEKSI. Semangat kebersamaan dan keikhlasan seluruh pihak menjadi modal penting agar program ini dapat direalisasikan secara nyata kepada masyarakat. Harapan kami, keberadaan DEKSI mampu meningkatkan kesadaran warga sekaligus melahirkan aksi-aksi sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan dan lingkungan,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko, SKM., S.Kep., MMKes., MM., menjelaskan perubahan iklim telah meningkatkan risiko berbagai penyakit berbasis lingkungan, seperti demam berdarah dengue (DBD), diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga penyakit lain yang ditularkan melalui air, udara, maupun vektor.
“Perubahan iklim sudah terjadi dan akan terus berlangsung. Karena itu masyarakat perlu memahami pentingnya upaya adaptasi agar mampu mengurangi risiko kesehatan yang ditimbulkan,” jelas Hadi melalui pesan WhatsApp.
Ia menambahkan, DEKSI menjadi strategi untuk memperkuat kemampuan masyarakat menghadapi ancaman kekeringan, banjir, maupun bencana hidrometeorologi melalui penguatan kesehatan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Sanitarian Puskesmas Keling II, Siti Zulaihah, AMKL, mengatakan peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak mengidentifikasi kerentanan kesehatan di lingkungan masing-masing. Warga kemudian menyusun berbagai aksi adaptasi, mulai dari edukasi kesehatan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, perbaikan sanitasi, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna.
Dalam kegiatan tersebut, fasilitator Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Asrori, memperkenalkan metode Participatory Kit, yaitu pendekatan yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam memetakan persoalan kesehatan dan lingkungan di desa.
Peserta berdiskusi mengenai rantai penularan DBD, penyebab diare, kondisi sanitasi, serta perilaku masyarakat yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit akibat perubahan iklim. Hasil identifikasi tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan rencana kerja desa.
Fasilitator lainnya, Rukmawati, mengatakan metode partisipatif tersebut bertujuan menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama dalam menyusun solusi sesuai kebutuhan wilayah.
“Kami berharap seluruh warga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mencegah penyakit sensitif iklim melalui aksi nyata di lingkungan masing-masing,” katanya.
Pada akhir kegiatan, peserta membentuk Tim Kerja Masyarakat (TKM) DEKSI Desa Tunahan sebagai motor penggerak program adaptasi perubahan iklim.
Berikut susunan pengurus TKM DEKSI Desa Tunahan: Ketua: Suimarsih, Wakil Ketua: Nurul Faizah, Sekretaris: Lia Maroliawati, Bendahara: Zuliyati.
Seksi Sarana dan Prasarana: Indarwati, Ida Fatmawati, Lia Pofika Sari. Seksi Komunikasi dan Edukasi: Novi Susanti, Hihinah, Nur Fitriani. Seksi Pemberdayaan Masyarakat: Siti, Etik Sudarti, Iswati.
Tim tersebut diharapkan mampu menggerakkan berbagai program adaptasi perubahan iklim di Desa Tunahan, mulai dari edukasi kesehatan, peningkatan kualitas lingkungan, penguatan perilaku hidup bersih dan sehat, hingga pengembangan inovasi masyarakat untuk mengurangi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan.
Septiana W













