blank
Adegan pementasan lakon "Riuh dalam Hening" di Gedung Auditorium UMK, Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu (5/7/2026) malam. Foto: Dok.

KUDUS (SUARABARU.ID) – Kelompok Kajian Teater Tigakoma Universitas Muria Kudus (UMK) sukses mementaskan lakon “Riuh dalam Hening” di Gedung Auditorium UMK, Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu malam (5/7/2026).

Naskah yang ditulis oleh Mazidatul Chilmi dan disutradarai oleh Dita Taqiya, serta dipentaskan oleh Tigakoma ini adalah bagian dari program KUPEN (Kudune Pentas) yang diadakan secara rutin guna menghadirkan ruang apresiasi bagi karya seni pertunjukan mahasiswa.

blank
Poster pentas Teater Tigakoma UMK “Riuh dalam Hening”. Foto: Dok.

Alur cerita berfokus pada Tokoh Utama Serena yang sejak kecil hingga dewasa dipaksa untuk menjadi pribadi yang sempurna oleh keluarga maupun keadaan.

“Melalui lakon tersebut, Teater Tigakoma mengajak penonton menyelami pergulatan batin seorang people pleaser, yaitu sosok yang selalu berusaha menyenangkan orang lain demi memperoleh penerimaan,” terang Dita, selaku Sutradara.

Menurutnya pertunjukan ini menampilkan sisi lain dari seseorang yang tampak tenang dan baik-baik saja, tetapi sesungguhnya menyimpan kegelisahan, tekanan, dan konflik emosional yang terus bergemuruh dalam dirinya. Dengan menghadirkan alur cerita yang sarat makna dengan menggambarkan konflik psikologis yang kerap luput dari perhatian masyarakat.

blank
Foto bersama Teater Tigakoma UMK Pentaskan “Riuh dalam Hening”, Foto: Dok.

Sepanjang pertunjukan, para pemain berhasil menghidupkan karakter dengan penghayatan yang kuat. Perpaduan dialog, ekspresi, tata panggung, dan pencahayaan membangun suasana yang emosional sehingga mampu membawa penonton larut dalam perjalanan batin tokoh utama.

“Teater Tigakoma tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kesehatan mental.” Ujar Eko selaku Penanggung Jawab Tim Produksi.

Menurutnya, lakon tersebut mengingatkan bahwa tidak semua orang yang terlihat bahagia benar-benar berada dalam kondisi baik. Di balik sikap diam dan ketenangan seseorang, bisa saja tersimpan berbagai pergulatan yang tidak pernah terungkap.

Ia juga menekankan bahwa konflik ini sarat makna terutama generasi-Z atau anak muda sekarang sehingga pentas kali ini tidak hanya hiburan saja namun juga sebagai bahan perenungan.

Sebagai bagian dari program KUPEN, pementasan “Riuh dalam Hening” menjadi wujud komitmen Kelompok Kajian Teater Tigakoma UMK dalam menghadirkan karya-karya yang tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga relevan dengan persoalan sosial dan psikologis yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Septiana Wibowo