JEPARA (SUARA BARU.ID) – Yayasan Kali Ilmu kembali sukses menyelenggarakan festival tahunan bertajuk “Juli K(re)asih 2026” dengan tema “Merayakan Keberagaman, Menjalin Persahabatan” yang bertempat di Desa Kalipucang Kulon, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara. Minggu (5/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri puluhan peserta dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, mahasiswa, dan umum. Acara yang diinisiasi sebagai respons nyata terhadap keresahan masyarakat atas meningkatnya konflik antaragama dan antarsuku, serta maraknya kasus perundungan (bullying) yang terjadi di lingkungan sekolah. Melalui Juli K(re)asih, Yayasan Kali Ilmu berkomitmen menanamkan nilai-nilai toleransi dan merayakan keberagaman sejak dini.

“Isu keberagaman membutuhkan pergerakan yang bersinergi antargenerasi. Oleh karena itu, kami melibatkan berbagai kategori usia agar pesan perdamaian ini dapat tersampaikan secara lebih merata dan mampu mengubah mindset di semua tingkatan usia,” ungkap Nor Islafatun, pendiri Yayasan Kali Ilmu.
Untuk merangkul seluruh kelompok usia, acara ini dikemas secara interaktif melalui berbagai kelas kreatif yang sarat akan makna, di antaranya: Sesi merangkai puzzle bersama sebagai simbol persatuan (Kepingan yang Menyatukan), Sesi mewarnai keberagaman budaya Indonesia khusus untuk anak usia PAUD dan TK (Warna-Warni Negeriku), Lokakarya membuat lampion dari kertas untuk siswa kelas 1-3 SD (Lentera Persahabatan).
Lokakarya untuk siswa kelas 4-6 SD mengenal ragam corak batik nusantara yang dipandu oleh komunitas Suka Tumbuh (Kolase Batik Nusantara), Pelatihan membuat Zine untuk remaja SMP dan SMA (Ruang Suara), Sesi kepemimpinan muda untuk memberi pembekalan kepemimpinan mahasiswa hingga umum yang dipandu oleh Kak Heri (Satu Tim, Banyak Suara).
Kemeriahan acara ini ditutup dengan pembagian kenang-kenangan berupa perlengkapan sekolah dan aksi “Jejak Kebersamaan”, di mana seluruh peserta melakukan cap tangan bersama sebagai simbol komitmen untuk menjaga persahabatan di atas keberagaman.
Sebelumnya, acara ini juga menyelenggarakan program prafestival, yakni sharing session tentang keberagaman yang diadakan secara daring dan diikuti peserta umum, serta kunjungan ke Klenteng Welahan yang diikuti sekitar 25 siswa SD kelas 4-6.
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari kolaborasi solid antara para relawan (volunteer) dan sejumlah community partner lokal, yaitu Jepara Green Generation, Suka Tumbuh, dan Book Club Jepara.
Melalui gerakan ini, Yayasan Kali Ilmu berharap pemahaman anak-anak mengenai keberagaman serta keunikan setiap individu dapat meningkat. Output jangka panjang yang ingin dicapai adalah terciptanya generasi muda yang memiliki sikap toleran dan menghargai sesama, dan mampu hidup berdampingan di tengah keberagaman.
Septiana W. – Hisyam Nasyith – Ika













