SEMARANG (SUARABARU.ID) – PT Kereta Api Pariwisata melalui Management Historic Building Lawang Sewu sukses menyelenggarakan kegiatan International Yoga Day di halaman tengah Lawang Sewu, Sabtu 20 Juni 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 98 peserta dan berlangsung mulai pukul 06.15 WIB serta dipandu langsung oleh Coach Imelda Saunders dan dimeriahkan dengan penampilan gamelan dari Ngesthi Budaya Semarang.
“International Yoga Day di Lawang Sewu diselenggarakan sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye gaya hidup sehat melalui olahraga yoga yang bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental,” katanya usai acara kegiatan.
Suasana pagi yang sejuk di tengah kemegahan arsitektur kolonial Lawang Sewu memberikan pengalaman yoga yang berbeda dibandingkan dengan tempat lain.
Kombinasi antara udara segar, ketenangan kawasan heritage, dan alunan gamelan tradisional menghadirkan atmosfer yang sakral dan harmonis bagi setiap peserta.
Pemilihan Lawang Sewu sebagai lokasi penyelenggaraan International Yoga Day bukan tanpa alasan, karena kawasan ini memiliki ruang terbuka yang luas dan asri di tengah padatnya Kota Semarang, menjadikannya tempat ideal untuk praktik yoga yang membutuhkan ketenangan dan fokus.
“Kami sangat senang melihat antusiasme peserta yang tinggi pada International Yoga Day ini. Lawang Sewu tidak hanya sebagai destinasi wisata heritage, tetapi juga menjadi ruang yang tepat untuk menggelar kegiatan positif yang mendukung kesehatan dan kebersamaan masyarakat,” kata Manager Historical Building Lawang Sewu, Moedji Setiono.
Dirinya menjelaskan, kehadiran 98 peserta ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin antusias dengan kegiatan-kegiatan berbasis gaya hidup sehat yang diadakan di kawasan heritage, seperti di Lawang Sewu salah satunya.
Moedji menambahkan, pihaknya melihat bahwa kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa kawasan heritage seperti Lawang Sewu dapat menjadi ruang multiguna yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
“Tidak hanya untuk mengenang sejarah, tetapi juga untuk mendukung gaya hidup sehat dan kebersamaan. PT Kereta Api Pariwisata sebagai pengelola Lawang Sewu akan selalu mendukung inisiatif-inisiatif positif yang membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Selain sebagai sarana olahraga dan relaksasi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar peserta serta memperkenalkan Lawang Sewu sebagai destinasi wisata heritage yang mampu mengakomodasi berbagai kegiatan edukatif dan berbasis komunitas.
Peserta yang berasal dari berbagai latar belakang dan usia dapat berinteraksi dan berbagi pengalaman dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan mendapat respon positif dari seluruh peserta.
Banyak peserta yang menyampaikan apresiasi atas pengalaman unik beryoga di tengah kawasan bersejarah yang jarang ditemukan di tempat lain.
Penampilan gamelan dari Ngesthi Budaya Semarang juga menjadi nilai tambah yang membuat kegiatan ini semakin bermakna. Perpaduan antara praktik yoga yang berasal dari tradisi India dengan musik gamelan yang merupakan warisan budaya Indonesia menciptakan pengalaman lintas budaya yang harmonis dan penuh makna.
Hal ini sejalan dengan semangat International Yoga Day yang dirayakan secara global, namun tetap mengakar pada kekayaan budaya lokal.
Dengan suksesnya pelaksanaan International Yoga Day ini, Management Lawang Sewu semakin optimis untuk terus menghadirkan program-program komunitas yang berkualitas di kawasan heritage ini.
Ke depannya, berbagai kegiatan berbasis komunitas seperti workshop seni, kelas budaya, hingga event olahraga lainnya akan terus dikembangkan untuk memperkaya pengalaman pengunjung dan memperkuat posisi Lawang Sewu sebagai pusat kegiatan kreatif dan budaya di Kota Semarang.
“Kami berharap kegiatan seperti International Yoga Day dapat menjadi rutinitas yang dinanti masyarakat. Lawang Sewu akan selalu menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat untuk berkumpul, sehat, dan bersama. Inilah wujud nyata komitmen kami dalam menjadikan kawasan heritage sebagai bagian dari kehidupan masyarakat yang terus berdenyut dan relevan di setiap zaman,” kata Moedji.
Hery Priyono













