JEPARA (SUARABARU.ID) – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat telah mengunjungi Gallery Jepara Wood Carving di Pantai Kartini Jepara, Jumat 19/6-2026. Ia memberikan apresiasi dan menyebut galeri para pengukir Jepara ini bisa menjadi salah satu pusat pelestarian seni ukir serta tempat promosi dan penjualan karya para pengukir Jepara.
Dalam kunjungan ini Wakil Ketua MPR RI diterima oleh Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara Hadi Priyanto bersama pengurus serta para pelestari ukir dari Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini Jepara dan Paguyuban Pengukir Sungging Prabangkara. Diantaranya adalah Ali Afendi, Rumini, Istiyanto, Sulistiyani, dan Muskamah.

Menurut Lestari Moerdijat, Gallery Jepara Wood Carving yang selama ini telah melakukan upaya pelestarian seni ukir melalui kegiatan Kelas Pelajar Mengukir, bisa dikembangkan menjadi tempat promosi dan penjualan karya para pengukir Jepara. “Utamanya jenis-jenis souvenir khas Jepara dan diminati wisatawan,” tambahnya
“Lokasinya yang strategis di pintu masuk dan keluar Karimunjawa, galeri ini bisa dikembangkan menjadi ruang pamer karya perajin ukir dan bahkan potensi Jepara. Dengan tingkat kunjungan wisatawan ke Karimunjawa yang terus meningkat, galeri ini memiliki prospek yang cerah,” ujar Lestari Moerdijat yang dikenal memiliki perhatian terhadap pelestarian seni ukir Jepara.
Lestari Moerdijat juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para pengukir Jepara yang ambil bagian dalam upaya pelestarian seni ukir. “Untguk menjaga kelestarian seni ukir memang perlu keterlibatan semua fihak, termasuk para pengukir,” pungkasnya
Hadi Priyanto menjelaskan, galeri yang mulai diresmikan oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo pada tanggal 6 November 2025 telah melakukan pelatihan mengukir bagi 745 orang pelajar, dan les bahasa Inggris bagi para pengukir. Juga peningkatan ketrampilan bagi para pengukir.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Lestari Moerdijat yang selama ini telah memberikan perhatian terhadap pelestarian dan pengembangan seni ukir, termasuk bea siswa bagi putra-putri pengukir Jepara,” pungkasnya
Septiana W – Diyan Ni’matus Sa’adah













