KUDUS (SUARABARU.ID) – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, memimpin kegiatan korve atau kerja bakti massal di Terminal Wisata Bakalan Krapyak, Jumat (19/6/2026). Kegiatan yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, relawan, komunitas peduli lingkungan, serta masyarakat setempat tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus kampanye budaya memilah sampah melalui program Kudus Asik.
Sejak pagi hari, ratusan peserta tampak membersihkan berbagai sudut terminal, mulai dari area parkir, ruang tunggu penumpang, saluran drainase, hingga kawasan sekitar terminal. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah berdasarkan jenisnya untuk mendukung upaya pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Pemilihan Terminal Wisata Bakalan Krapyak sebagai lokasi korve bukan tanpa alasan. Terminal tersebut merupakan salah satu gerbang utama Kabupaten Kudus yang setiap harinya menjadi titik transit bagi wisatawan maupun peziarah yang hendak mengunjungi berbagai destinasi unggulan, khususnya kawasan wisata religi Menara Kudus dan Makam Sunan Kudus.
Sebagai daerah tujuan wisata religi nasional, Kabupaten Kudus setiap tahun menerima jutaan kunjungan wisatawan dan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, kebersihan dan kenyamanan kawasan publik seperti terminal dinilai memiliki peran penting dalam membangun citra daerah.
Bupati Sam’ani mengatakan bahwa kesan pertama pengunjung terhadap suatu daerah sering kali dimulai dari fasilitas publik yang mereka temui saat pertama kali datang. Oleh sebab itu, kebersihan terminal harus menjadi perhatian bersama agar mampu mencerminkan wajah Kabupaten Kudus yang tertata, ramah, dan peduli terhadap lingkungan.
“Terminal Bakalan Krapyak merupakan salah satu pintu masuk utama bagi wisatawan dan peziarah. Karena itu, kebersihan kawasan ini harus menjadi perhatian bersama agar pengunjung merasa nyaman dan mendapatkan kesan positif saat berada di Kabupaten Kudus,” ujarnya.
Menurut Sam’ani, menjaga kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dapat berjalan secara berkelanjutan. Semangat gotong royong yang menjadi budaya masyarakat Indonesia harus terus dijaga dan diwujudkan melalui aksi nyata.
Ia menilai korve massal seperti yang dilaksanakan di Terminal Bakalan Krapyak tidak hanya bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan ruang publik. Dengan keterlibatan langsung masyarakat, diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk tidak membuang sampah sembarangan serta lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Selain mengajak masyarakat aktif menjaga kebersihan, Bupati Kudus juga terus mendorong penerapan budaya memilah sampah sejak dari sumbernya, terutama di lingkungan rumah tangga. Langkah tersebut menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Kudus dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Ajak Warga Biasakan Pilah Sampah
Menurutnya, sebagian besar sampah yang dihasilkan masyarakat sebenarnya masih memiliki nilai guna apabila dipilah dengan baik. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam dapat didaur ulang maupun dimanfaatkan kembali melalui bank sampah.
“Kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Jika setiap orang memiliki kesadaran untuk memilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan di sekitarnya, maka Kudus yang bersih, sehat, dan nyaman akan lebih mudah terwujud. Kami berharap budaya ini terus tumbuh dan menjadi kebiasaan masyarakat,” katanya.
Program Kudus Asik yang saat ini terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Kudus juga menempatkan pengelolaan sampah sebagai salah satu prioritas utama. Melalui program tersebut, pemerintah berupaya membangun kesadaran masyarakat agar tidak hanya membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga melakukan pemilahan sejak awal sehingga jumlah sampah yang berakhir di TPA dapat ditekan.
Bupati Sam’ani menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak. Karena itu, ia mengapresiasi dukungan berbagai unsur yang terlibat dalam kegiatan korve, mulai dari instansi pemerintah, aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Semoga kolaborasi seperti ini terus tumbuh sehingga Kabupaten Kudus semakin bersih, sehat, asri, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan korve yang dilaksanakan secara rutin di berbagai wilayah, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap budaya peduli lingkungan semakin mengakar di tengah masyarakat. Tidak hanya menjaga kebersihan fasilitas umum, gerakan tersebut juga diharapkan mampu membangun kebiasaan positif dalam pengelolaan sampah, memperkuat semangat gotong royong, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Kudus yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.
Ads-Ali Bustomi













