SALATIGA (SUARABARU.ID) – Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Science Innovation and Growth for Humanity (Sigma Week) sebagai rangkaian perayaan Dies Natalis ke-34.
Puncak kegiatan yang berlangsung di Area Rumah Noto UKSW pada Jumat (12/6/2026) menghadirkan Open House, Expo Inovasi, bazar UMKM, panggung hiburan, serta berbagai aktivitas yang melibatkan civitas academica, alumni, sekolah mitra, dan masyarakat umum.
Mengusung tema “Syukur 34 Tahun FSM Ber-Iman (Berinovasi untuk Kemanusiaan)”, kegiatan ini menjadi wadah bagi FSM untuk menampilkan berbagai hasil inovasi yang dikembangkan oleh dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta alumni. Sebanyak 23 inovasi dari empat program studi dipamerkan kepada publik sebagai bentuk kontribusi FSM dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
Dekan FSM, Dr. Wahyu H. Kristiyanto, M.Pd., menyampaikan, Dies Natalis ke-34 menjadi momentum bagi FSM untuk menunjukkan berbagai hasil inovasi yang telah dikembangkan selama ini.
“Tema kita adalah Berinovasi untuk Kemanusiaan. Hasil-hasil inovasi dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan para mitra ditampilkan pada kegiatan ini. Berbagai inovasi yang dipamerkan merupakan hasil riset yang telah berkembang dari tahap penelitian dasar hingga hilirisasi dan siap diuji coba di masyarakat. Sejumlah inovasi tersebut juga telah memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI-red),” ungkapnya.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian pengunjung adalah LeSTARI (Lebur Sampah Setiap Hari), sebuah tempat sampah pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan melalui kolaborasi dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan mahasiswa FSM.
Glenn Chandra Paat, salah satu anggota tim pengembang LeSTARI, menjelaskan, inovasi tersebut hadir sebagai solusi permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga yang masih sering tercampur.
“LeSTARI berupa tempat sampah pintar yang memiliki tiga kompartemen, yaitu untuk minyak jelantah, plastik, dan kertas. Pada masing-masing kompartemen terdapat timbangan yang dapat mengukur berapa banyak sampah yang ada di dalamnya,” jelas Glenn.
Selain membantu masyarakat memilah sampah berdasarkan jenisnya, LeSTARI juga memungkinkan data jumlah sampah yang terkumpul dipantau secara langsung melalui website.
“Kalau biasanya sampah rumah tangga dicampur dan harus dipilah lagi di bank sampah, melalui sistem ini pengumpul sampah bisa langsung melihat data dari website dan datang ke rumah tangga yang memiliki sampah sesuai kebutuhan mereka,” tambahnya.













