
Dikatakan, ada beberapa yang harus dipersiapkan, diantaranya kemampuan reportase dan wawancara, serta kemampuan melakukan penyuntingan atau editing.
“Reportase biasanya dilakukan reporter atau wartawan sekolah, sedangkan editor atau redaktur dari kakak kelas yang lebih senior dan memiliki kemampuan menulis dan mengedit yang lebih baik.
Editing dan penyuntingan tetap diperlukan bagi majalah sekolah dan media sosial sekolah karena acapkali jurnalis siswa meliput dengan penuh ketergesa-gesa dan data nya masih kurang. Editor atau penyunting yang membuat tulisan reporter juga diharapkan makin berkualitas,” terangnya.
Editing, kata Adi Nugroho, juga penting agar etika jurnalis dan peliputan menjadi perhatian serta memperhatikan aspek hukum, sehingga para jurnalis sekolah tidak melanggar undang undang yang ada di Indonesia, atau yang terkait dengan persoalan SARA.
Materi lain disampaikan oleh dosen Agne Yasa yang juga dosen pengantar industri media dan managemen pers di prodi S1 ilmu Komunikasi Undip.
Menurutnya, kemampuan jurnalistik yang dimiliki siswa nantinya bermanfaat dengan upaya sekolah membangun literasi media yang makin baik.
Pada kegiatan tersebut para siswa aktif berinteraksi dengan pembicara, mendalami materi jurnslistik dan diskusi terkait cara dan kiat meningkatkan kemampuan jurnalistik.
“Yang penting siswa mau belajar dan memiiki motivasi, skill jurnalistik siswa nantinya akan menjadi lebih baik, “ kata Adi Nugroho yang menuturkan saat SMA pernah menjadi pemimpin redaksi Dwi Adisma Majalah sekolah SMA Negeri 2 Semarang.
Menurut Agne Yasa, kegiatan pelatihan jurnalistik serupa nantinya juga akan digelar di SMA Negeri 4 Semarang. “Kegiatan peningkatan ketrampilan reportase dari prodi Ilmu Komunikasi Fisip Undip, juga akan dilakukan di SMA Negeri 4 Banyumanik,” imbuhnya.
Menurut Adi Nugroho, kegiatan pelatihan biasanya dilakukan setiap semester yang temannya menyesuakan dinamika sekolah dan anak muda. “Yang lalu kami mengusung tema peningkatan kapasitas jurnalistik warga yang berlangsung di beberapa kelurahan di kota Semarang,” tandasnya.
Pelatihan ini tambah Agne Yasa, sangat membantu siswa meningkatkan pengetahuan dan kemampuan jurnalistik, salah satu indikatornya mayoritas siswa mampu menyerap materi dengan baik.
“Kami mengukurnya dengan post tes, dan sebelum pelatihan mereka juga terkebih dahulu mengisi pre test terkait materi ke jurnalistian dan bahasa jurnallistik,” pungkasnya.
Ning S













