blank
Tiga Dosen UKSW kantongi hibah 2026 untuk mitigasi bencana, kendaraan listrik dan herbal. Foto: Dok/UKSW

“Kami melihat UKSW sudah berada di jalur yang tepat. Tantangannya adalah terus membangun link and match antara kompetensi dosen dan kebutuhan industri yang terus berkembang,” jelasnya.

Dari Kampus Berdampak

Sementara Kepala Bagian Inovasi dan Inkubasi Destri Sambara Sitorus, S.Pd., M.Pd., berharap riset-riset unggulan tersebut dapat benar-benar diwujudkan menjadi produk nyata yang bermanfaat luas. “Harapannya, riset-riset tersebut dapat di hilirisasi, diproduksi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi menghasilkan produk nyata yang digunakan dan memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, DIK UKSW terus memberikan dukungan melalui pendampingan pengurusan paten, kerja sama terkait kekayaan intelektual, sosialisasi, hingga bimbingan teknis bagi para inventor kampus. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat ekosistem inovasi sekaligus mendorong semakin banyak karya dosen dan mahasiswa yang siap bersaing di tingkat nasional.

Melalui capaian hibah strategis nasional ini, UKSW turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDGs ke-7 Energi Bersih dan Terjangkau, SDGs ke-9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDGs ke-11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, serta SDGs ke-17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, capaian ini merefleksikan poin ke-4 tentang penguatan pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, dan prestasi bangsa, serta poin ke-5 tentang hilirisasi dan industrialisasi. Selain itu, keberhasilan ini juga mendukung poin ke-6, yakni membangun dari bawah melalui penguatan inovasi yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Ning S