blank
Pertamina Patra Niaga memastikan stok dan distribusi BBM masih aman menyusul adanya penyesuian harga. Foto: dok

SEMARANG (SUARABARU.ID) – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan stok dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jawa Tengah tetap aman dan tercukupi, menyusul kebijakan penyesuaian harga BBM yang baru ditetapkan pemerintah.

PJS Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Rizky Diba Afrita, menegaskan bahwa ketahanan stok BBM saat ini jauh di atas konsumsi normal masyarakat.

“Untuk BBM non-subsidi, keandalan pasokan mencapai 17,1 kali lipat dari konsumsi normal. Sementara di Kabupaten Pati mencapai 2,7 kali lipat dari kebutuhan normal,” ujarnya.

Harga BBM Terbaru Jateng

Berdasarkan data terbaru dari aplikasi MyPertamina dan penyesuaian per awal Mei 2026, berikut rincian harga BBM di Jawa Tengah:

BBM Subsidi:

Pertalite: Rp10.000/liter
Biosolar: Rp6.800/liter

BBM Non-Subsidi:

Pertamax: Rp12.300/liter
Pertamax Green 95: Rp12.900/liter
Pertamax Turbo: Rp19.900/liter
Dexlite: Rp26.000/liter
Pertamina Dex: Rp27.900/liter

Kenaikan terutama terjadi pada jenis BBM non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex, yang mengalami lonjakan signifikan dibanding bulan sebelumnya.

Jaminan Pasokan di Tengah Kenaikan Harga

Meski harga mengalami penyesuaian, Pertamina memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar tanpa gangguan. Ketersediaan stok yang melimpah menjadi jaminan bahwa kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Pertamina juga memastikan sektor nelayan tetap mendapatkan pasokan BBM. Nelayan kecil di bawah 30 GT berhak memperoleh BBM subsidi dengan rekomendasi dinas terkait, sementara nelayan di atas 30 GT menggunakan BBM non-subsidi sesuai aturan.

Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan menyusul kenaikan harga BBM.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik karena stok BBM dalam kondisi aman dan mencukupi,” tegas Rizky.

Dengan stok yang kuat dan distribusi terjaga, masyarakat Jawa Tengah diharapkan tetap tenang meski terjadi kenaikan harga BBM, terutama pada jenis non-subsidi.

Ali Bustomi