KUDUS (SUARABARU.ID) – Pemberangkatan jemaah haji Kabupaten Kudus tahun 1447 H/2026 berlangsung penuh khidmat dan haru. Namun yang cukup disayangkan, sebanyak empat jemaah haji harus gagal berangkat ke tanah suci tahun ini.
Ketua Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Kudus, Deka Hendratmanto, menjelaskan bahwa satu calon jemaah meninggal dunia sebelum keberangkatan. Kondisi tersebut membuat pasangannya juga tidak dapat melanjutkan perjalanan ibadah tahun ini.
Selain itu, dua calon jemaah lainnya belum memenuhi syarat istita’ah atau kemampuan kesehatan untuk menunaikan ibadah haji.
“Penetapan istita’ah ini berdasarkan hasil pemeriksaan dari dinas kesehatan,” jelasnya.
Kuota dari jemaah yang belum bisa berangkat tersebut kemudian diisi oleh jemaah dari kabupaten lain.
Total ada 1.210 calon jemaah haji dari Kudus yang terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter) yakni Kloter 40, 41, 42, 43, dan 44.
Pelepasan jemaah secara resmi dilakukan oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (4/5/2026). Pada tahap awal, sebanyak 38 jemaah Kloter 40 dan 356 jemaah Kloter 41 dilepas menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali.
Dalam sambutannya, Bupati Kudus mendoakan seluruh jemaah agar diberikan kelancaran, kesehatan, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
“Kami mendoakan seluruh jemaah diberikan kemudahan dalam menjalankan rangkaian ibadah haji, selalu dalam keadaan sehat, serta kembali ke tanah air dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para jemaah menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran ibadah.
“Kami berpesan agar seluruh jemaah senantiasa menjaga kesehatan. Mohon pula doa agar Kabupaten Kudus selalu aman, tertib, dan sejahtera,” imbuhnya.
Suasana pelepasan di Pendapa Kudus pun berlangsung emosional. Tangis haru keluarga tak terbendung saat mengantar orang-orang tercinta menunaikan rukun Islam kelima. Prosesi pemberangkatan diawali dengan doa dan lantunan azan, menambah kekhidmatan momen tersebut.
Salah satu jemaah Kloter 41, Siti Rokhimah asal Kecamatan Mejobo, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan berhaji tahun ini.
“Kami merasa bersyukur dapat berangkat. Semoga diberikan kelancaran, kesehatan, dan bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik,” tuturnya.
Ali Bustomi













