blank
Ngatirah (kedua dari kiri), menyerahkan kenang-kenangan pada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Drs Ferinando. Foto: dok/bbjt

KENDAL (SUARABARU.ID)– Kepala Subbagian Umum, Balai Bahasa Jawa Tengah, Ngatirah SE MSi mengatakan, tahun ini pihaknya melaksanakan Sosialisasi Giat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif, bagi Pemangku Kepentingan Bidang Pendidikan di dua kabupaten, Sukoharjo dan Kendal.

Menurut dia, sosialisasi UKBI Adaptif ini salah satu tujuannya, mendorong kepala sekolah agar para siswa SMP di Kabupaten Kendal dan Sukoharjo, bisa mengikuti uji ini.

”UKBI bagi pelajar tidak dikenai biaya atau gratis. Tujuannya, untuk memotivasi lebih banyak siswa menguji kemahiran berbahasa Indonesia mereka,” jelas Ngatirah, saat memberikan sambutannya di Aula SMP Negeri 2 Kendal, pada acara yang digelar selama dua hari itu, Selasa-Rabu (28-29/4/2026).

BACA JUGA: Mengembalikan ‘Pasar Maling’ Johar Semarang menjadi ‘New PM’

Pada kegiatan itu, selain menerima sosialisasi, peserta yang terdiri dari kepala SMP itu, akan melakukan pendaftaran Uji UKBI, yang dilanjutkan dengan mengikuti uji.

Disampaikan juga oleh Ngatirah, jika bahasa Inggris memiliki TOEFL, maka bahasa Indonesia memiliki alat uji yang namanya UKBI, untuk menguji kemahiran berbahasa Indonesia seseorang.

”Jadi yang diuji kemahiran kita, bukan kemampuan atau pengetahuan bahasa Indonesia kita,” tambahnya.

BACA JUGA: Kanwil Kemenkum Jateng Ikuti Penguatan FKK, Tekankan Kebijakan Berbasis Data dan Kolaborasi

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Drs Ferinando Rad Bonay menambahkan, setelah merasakan ikut UKBI, para kepala sekolah bisa mengikutsertakan siswa-siswinya untuk mengikuti UKBI.

”Diharapkan, selain literasinya meningkat, para siswa yang mengikuti UKBI kemudian akan menggunakan bahasa Indonesianya secara baik dan benar,” harap Ferinando.

Kegiatan sosialisasi UKBI kali ini, diikuti 41 kepala SMP di Kabupaten Kendal. Adapun narasumber dalam kegiatan ini yakni Widyabasa Ahli Madya dari Balai Bahasa Jateng, Sunarti MHum dan Afritta Dwi Martyawati MHum.

Riyan