blank
Para agamawan muda Kabupaten Wonogiri, mengikuti workshop interaktif live in yang mengambil "Agama-Agama Sebagai Sumber Kedamaian.''(Dok.Kemenag Wonogiri) di Hotel

SUKOHARJO (SUARABARU.ID) – Sebagai upaya untuk mencegah konflik, digelar workshop interaktif live in bagi agamawan muda se-Kabupaten Wonogiri. Dialog center ini, mengambil “Agama-Agama Sebagai Sumber Kedamaian,” dilaksanakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga.

Kegiatan ini, dilaksanakan selama dua hari di Hotel Tosan Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tegah, dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri H Hariyadi. Dalam sambutannya, Hariyadi, menyampaikan bahwa kehadiran para peserta, khususnya agamawan muda, menjadi momentum penting dalam merawat dan memperkuat kerukunan umat beragama, khususnya di Wonogiri.

Lebih lanjut, ia menegaskan, kondisi kehidupan umat beragama di Wonogiri saat ini berada dalam suasana rukun dan harmonis. Namun demikian, upaya penguatan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan, salah satunya melalui pembinaan dan pelibatan generasi muda dalam dialog lintas agama.

Hariyadi, berharap, melalui kegiatan ini, kerukunan yang sudah baik dapat semakin indah, semakin kuat dan semakin harmonis. Terlebih yang disasar adalah para agamawan muda, yang ke depan akan menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Prof Noorhaidi dalam materi “Agama Sebagai Sumber Perdamaian” menyampaikan, bahwa agama harus dihidupkan sebagai sumber nilai yang mendorong perdamaian, persaudaraan, persatuan, solidaritas dan kepedulian.

Ia menekankan, pentingnya kehadiran aktor-aktor sosial, termasuk kalangan agamawan muda, untuk menjadi penyambung pesan damai dan agen kerukunan lintas iman. Tanpa upaya ini, politik identitas bisa menjadi alat destruktif dalam situasi ekonomi dan politik yang tidak stabil.

“Semua agama mengajarkan kebaikan. Dalam Islam, Piagam Madinah menjadi bukti bahwa hidup berdampingan secara damai dengan pemeluk agama lain bukan hanya mungkin, tapi merupakan prinsip yang diajarkan Nabi Muhammad SAW,” tegas Prof Noorhaidi.

Lintas Iman

Disebutkan, dialog lintas iman adalah langkah nyata untuk memperkuat solidaritas dan mencegah konflik di akar rumput.
“Selamat kepada para agamawan muda yang hadir. Semoga pesan damai ini bisa terus dibawa ke lingkungan masing-masing,” tandas Prof Noorhaidi.

Ketua Panitia Workshop, Mursidi yang menjabat Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Wonogiri, menyatakan, peserta kegiatan diikuti 50 agamawan muda dan perwakilan masing-masing agama dan aliran kepercayaan.

“Sosialisasi dan berinteraksi dengan sesama tanpa memandang apapun selain kemanusiaan dan cinta, sangat penting untuk dibiasakan agar mencegah konflik,” ungkap Mursidi.

Sementara itu, perwakilan dialog center UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Zaenudin, mengatakan, dengan adanya workshop, diharapkan bisa mengawali dan menguatkan para agen perubahan yang membawa perdamaian bagi semua agama. Yakni mulai dari sekarang hingga seterusnya.

Zaenudin, mengungkapkan, sesi awal kegiatan workshop diisi dengan perkenalan, penyampaian harapan, dan juga seminar agama-agama. Selanjutnya dirangkai dengan Focus Group Discussion (FGD) terkait ritual masing-masing agama agar saling menghormati dan memahami.

Menurut Zaenudin, memahami praktik ibadah masing-masing menjadi sesauati yang sangat penting untuk memperkuat toleransi. Berkaitan ini, maka program yang akan direalisasikan oleh Dialog Center, yakni para peserta workshop bisa mengajak bersinergi para mitra seperti Bakesbangpol, FKUB dan lain-lain.(Bambang Pur)